Keterlambatan BOS 2025 Membuat Sekolah Kelimpungan dan Guru Tertekan

Ilustrasi keterlambatan dana BOS 2025 yang membuat sekolah dan guru kelimpungan menjalankan operasional.

Keterlambatan BOS 2025 Membuat Sekolah Kelimpungan dan Guru Tertekan

Menjelang akhir 2025, masalah klasik kembali muncul: keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah daerah. Meskipun pemerintah pusat telah menyampaikan bahwa proses distribusi sedang berjalan, banyak sekolah di lapangan mengaku “sudah tidak tahu harus pakai duit apa lagi” untuk operasional harian.

Menurut laporan beberapa media pendidikan, termasuk Kompas, keterlambatan pencairan ini terjadi di berbagai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Bahkan ada sekolah yang terpaksa menunda kegiatan penting karena kas sekolah benar-benar kosong.


Mengapa Keterlambatan BOS Terjadi Lagi di 2025?

1. Proses Administrasi Daerah Mengalami Antrian

Setiap daerah punya birokrasi berbeda. Ada yang cepat, tapi banyak yang lambat.
Laporan di Suara mengungkap bahwa beberapa daerah masih menunggu verifikasi dokumen sekolah.

2. Peralihan Sistem Pengelolaan Anggaran

Penerapan sistem baru di pemerintah daerah ikut memperlambat distribusi dana.

3. Sekolah Mengalami Double-Pressure

Selain menunggu BOS cair, sekolah juga lagi menjalani adaptasi terhadap kebijakan baru seperti Permendikdasmen 13/2025 dan program Sapa Sekolah 2025.


Apa Dampaknya di Lapangan?

1. Pembelian ATK dan Kebutuhan Rutin Terhenti

Beberapa sekolah melapor tidak bisa membeli:

  • spidol,
  • tinta printer,
  • kertas ujian,
  • buku administrasi,
  • peralatan kecil penunjang kelas.

Sebagian guru terpaksa patungan pribadi untuk menutup kebutuhan mendesak.

2. Program Sekolah Tertunda

Mulai dari kegiatan kelas hingga kegiatan projek P5.
Beberapa sekolah menunda outing class karena tidak ada dana operasional.

3. Guru Honorer Ikut Terimbas

Sebagian honor transport, honor kegiatan, hingga uang penunjang kelas tersendat.
Situasi ini memperparah kondisi guru honorer yang sebelumnya sudah berat.
(Lihat artikel terkait di GuruNakal.)

4. Reputasi Sekolah Ikut Terdampak

Orang tua sering salah paham dan mengira sekolah “tidak mengelola dana dengan benar”.
Padahal masalahnya ada pada keterlambatan BOS dari pemerintah daerah.


Bagaimana Sekolah Bertahan?

1. Menggunakan Dana Cadangan (Kalau Ada)

Beberapa sekolah yang punya cadangan kas bisa bertahan 1–2 bulan.
Sebagian besar tidak punya.

2. Guru Patungan

Guru sepakat membeli peralatan kelas memakai dana pribadi dengan harapan BOS cair segera.

3. Meminjam Peralatan

Sekolah meminjam printer, laptop, bahkan proyektor dari guru untuk keperluan ujian.

4. Mengurangi Pengeluaran Non-Esensial

Kegiatan yang tidak mendesak ditunda sampai BOS cair.


Apa yang Bisa Diperbaiki di 2026?

1. Proses Pencairan Harus Tepat Waktu

Keterlambatan BOS bukan masalah baru. Tapi, harusnya 2025 jadi tahun terakhir masalah ini terjadi.

2. Sinkronisasi Data Sekolah

Data dapodik, rekening sekolah, dan laporan harus mulus agar pencairan tidak tersendat.

3. Transparansi di Pemerintah Daerah

Sering kali, sekolah tidak mendapat info jelas kapan BOS cair.

4. Laporan Keuangan Lebih Sederhana

Agar sekolah tidak terkendala birokrasi.


Kesimpulan

Keterlambatan BOS 2025 bukan hanya masalah administratif, ini masalah yang memengaruhi operasional sekolah, kerja guru, dan kegiatan belajar murid. Selama distribusi dana tidak diperbaiki, sekolah akan terus kelimpungan setiap tahun. Untuk pendidikan bergerak maju, BOS harus cair tepat waktu bukan “semoga minggu depan” setiap tahun.

Share this content:

Raymond Bell
Author: Raymond Bell

Post Comment

Loading...

You May Have Missed