Sekolah Bingung Hadapi Kurikulum Baru 2025: Guru Minta Juknis yang Jelas
Kurikulum Baru 2025 yang diatur melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 resmi berlaku mulai tahun ajaran ini. Namun, alih-alih meningkatkan kualitas belajar, banyak sekolah justru mengaku kebingungan menerapkan aturan baru tersebut.
Menurut laporan dari Kompas Pendidikan, sejumlah guru menyampaikan bahwa perubahan kurikulum kali ini datang cepat, sementara petunjuk teknis (juknis) yang diperlukan belum tersedia secara lengkap. Akibatnya, sekolah harus menafsirkan sendiri banyak bagian dari aturan tersebut.
Keluhan Terbesar Sekolah Soal Kurikulum Baru 2025
1. Tidak Ada Juknis yang Jelas, Guru Takut Salah
Guru mengaku takut salah langkah dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning). Tanpa contoh konkret, sekolah sulit menyusun RPP dan perangkat ajar.
2. Penilaian Baru Lebih Rumit
Permendikdasmen menekankan penilaian proses, bukan hasil akhir. Namun menurut analisis bpmpbanten.kemendikdasmen.go.id, sekolah di lapangan masih kesulitan menerjemahkan konsep “mendalam, bermakna, dan menyeluruh” menjadi praktik harian.
3. Guru Harus Adaptasi Cepat Tanpa Pelatihan Cukup
Banyak guru mengaku belum mendapatkan pelatihan memadai. Sementara itu, aplikasi pembelajaran digital terus bertambah.
4. Kurangnya Contoh Implementasi di Lapangan
Sekolah butuh contoh konkret:
- RPP berbasis pembelajaran mendalam
- contoh rubrik penilaian
- praktik proyek lintas disiplin
Namun bahan-bahan itu belum tersedia secara lengkap di platform resmi.
Dampaknya: Guru & Sekolah Tertekan
1. Guru Harus Mengajar Sambil “Menebak”
Tanpa panduan jelas, guru sering ragu apakah metode yang mereka pakai sudah sesuai arahan kurikulum baru.
2. Banyak Rapat Mendadak
Sekolah harus sering mengadakan rapat untuk menafsirkan ulang aturan.
3. Murid Ikut Terdampak
Beberapa murid merasa kebingungan karena format tugas dan penilaian berbeda-beda tiap guru.
4. Administrasi Bertambah
Meski pemerintah mengklaim kurikulum ini lebih sederhana, kenyataannya sekolah justru mengeluhkan banyaknya dokumen baru yang harus disiapkan.
Untuk konteks lain mengenai isu pendidikan, kamu bisa membaca artikel terkait di GuruNakal.
Apa yang Sebenarnya Diharapkan Pemerintah?
Sesuai penjelasan resmi Kemendikdasmen melalui berbagai kanal, termasuk portal berita Antara, Kurikulum Baru 2025 bertujuan:
- menciptakan pembelajaran mendalam (deep learning)
- mengurangi beban hafalan
- memperkuat karakter murid
- memberikan fleksibilitas bagi sekolah
Namun tanpa pelatihan yang memadai, tujuan tersebut sulit tercapai.
Solusi yang Bisa Dilakukan Sekolah Saat Ini
1. Kolaborasi Guru dalam Satu Sekolah
Guru perlu bekerja bersama menyusun perangkat ajar, bukan bergerak sendiri-sendiri.
2. Mengikuti Webinar & Pelatihan Mandiri
Platform seperti Merdeka Mengajar masih menjadi pilihan untuk belajar cepat.
3. Dokumentasi Bersama sebagai Panduan Awal
Sekolah bisa menyusun “buku kecil implementasi kurikulum” versi internal hingga juknis resmi turun.
4. Komunikasi Rutin dengan Pengawas Sekolah
Pengawas bisa membantu menafsirkan aturan dengan lebih tepat.
Kesimpulan
Kurikulum Baru 2025 memiliki tujuan baik, tetapi implementasinya di lapangan masih jauh dari ideal. Tanpa juknis jelas dan pelatihan memadai, sekolah akan terus kebingungan. Jika pemerintah ingin reformasi kurikulum berhasil, panduan teknis harus diberikan lebih cepat daripada aturan itu sendiri.
Share this content:



Post Comment