Apa yang Dimaksud dengan Teks Eksposisi?

oleh Fitri Nurlaela

Halo semuanya, bahasan singkat kali ini membantu menjawab pertanyaan “Apa yang dimaksud dengan teks eksposisi?” Ayo baca bahasan ini sampai tuntas agar pengetahuanmu bertambah luas.


Dalam pelajaran bahasa Indonesia dikenal beberapa jenis teks, salah satunya adalah teks eksposisi. Lalu apa yang dimaksud dengan teks eksposisi?

Pengertian Teks Eksposisi


Yang dimaksud dengan teks eksposisi adalah teks yang bertujuan untuk menginformasikan suatu hal atau pokok yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan pembaca. Informasi tersebut biasanya mengajarkan sesuatu atau menerangkan suatu masalah yang perlu mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan hal yang penting.

Ciri-ciri Teks Eksposisi


Berikut adalah ciri-ciri teks eksposisi yang perlu diketahui:

  • Teks eksposisi berisi uraian tentang pendapat, gagasan atau keyakinan penulis terhadap suatu topik pada bidang tertentu, seperti ilmu pengetahuan, dll,
  • Uraian dalam teks eksposisi bersifat objektif dan benar-benar bertujuan menambah pengetahuan pembaca tanpa dilatarbelakangi maksud dan tujuan tertentu seperti mengajak ataupun meyakinkan pembaca,
  • Teks eksposisi dilengkapi penjelas tambahan seperti gambar, angka, grafik, statistik atau bagan sebagai ilustrasi,
  • Kalimat penutup dalam teks eksposisi ditandai dengan penegasan, bukan berupa ajakan atau permintaan dukungan.

Unsur-unsur Teks Eksposisi


Lalu apa saja menjadi unsur-unsur dalam teks eksposisi? Berikut adalah uraiannya:

1. Judul

Judul berfungsi mengarahkan perhatian dan memaparkan isi teks secara singkat kepada pembaca. Judul disebut juga sebagai kepala karangan.

2. Tesis (Pembukaan)

Tesis berisi paparan pernyataan atau gagasan penulis sesuai dengan topik yang dibahas, biasanya ditandai dengan kata adalah.

3. Argumen (Isi)

Argumen berisi beberapa alasan pendukung untuk memperkuat pernyataan atau gagasan penulis. Untuk melengkapi informasi, penulis dapat menambahkan gambar, grafik, diagram, atau fakta-fakta berupa data statistik dari sumber terpercaya agar pembaca benar-benar memperoleh pengetahuan yang bermanfaat.

4. Simpulan (Penutup)

Simpulan memaparkan atau menegaskan ulang intisari teks. Kemampuanmu dalam menentukan informasi dan unsur-unsur teks eksposisi akan semakin teruji jika kamu sering membaca dan menganalisanya. Jadikan membaca sebagai aktivitas sehari-hari agar wawasan pengetahuan semakin luas dan menjadi generasi masa depan yang kaya ilmu pengetahuan.

Contoh Teks Eksposisi


Seperti yang sudah dipaparkan di atas, teks ekposisi dibangun oleh empat unsur, yaitu judul, tesis, argumen, dan simpulan yang saling berkaitan satu satu sama lain. Untuk memahami pembagian keempat struktur tersebut, cermatilah contoh teks eksposisi beserta analisisnya di bawah ini.

Judul

Daur Hidup Semut yang Perlu Diketahui

Tesis

Semut adalah hewan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dipastikan setiap rumah kita dihuni oleh semut. Semut disebutkan telah menghuni Bumi selama lebih dari 100 juta tahun. Di dunia ini ada banyak sekali spesies semut yang telah diketahui. Jumlahnya diperkirakan sekitar 12.000 spesies dan ilmuwan percaya masih banyak lagi spesies semut lain yang belum diketahui.

Argumen

Semut termasuk dalam filum Artropoda karena memiliki eksoskeleton dan kaki yang bersendi, kelas Insecta, ordo Hymenoptera, dan diklasifikasikan lebih lanjut ke dalam suku Formicidae. Semut memiliki enam kaki seperti serangga lainnya. Tubuh hewan yang disebutkan berkerabat dengan tawon dan lebah ini terbagi menjadi tiga segmen, yaitu kepala, dada, dan perut.

Semut adalah hewan yang berkoloni. Setiap koloni semut memiliki satu atau lebih ratu. Nah, ratu semut ini menjadi satu-satunya semut yang dapat bertelur. Dari sinilah daur hidup semut dimulai.Semut mengalami proses metamorfosis atau perubahan bentuk sempurna, melalui empat tahapan yang berurutan: telur, larva, pupa atau kepompong, dan dewasa.

Contoh teks eksposisi

Daur hidup semut
Sumber: Wikimedia Commons (Lisensi Creative Commons dengan mengubah teks ke dalam bahasa Indonesia)

Kehidupan semut dimulai sebagai telur yang lunak, lonjong, dan berukuran sangat kecil seperti titik dalam sebuah tulisan. Tidak semua telur ditakdirkan untuk menjadi dewasa – beberapa dimakan oleh teman satu sarang untuk makanan tambahan.

Pada tahap selanjutnya, telur menetas menjadi larva berbentuk cacing tanpa mata atau kaki. Tugas utama larva adalah makan dan makan. Hasilnya, mereka tumbuh dengan cepat, berganti kulit antar ukuran.

Ketika larva cukup besar, ia bermetamorfosis menjadi pupa. Pupa lebih terlihat seperti semut dewasa, tetapi kaki dan antenanya terlipat di tubuh mereka. Mereka mulai berwarna keputihan dan secara bertahap menjadi lebih gelap. Pupa beberapa spesies semut memutar kokon untuk perlindungan, sementara yang lain tetap tidak tertutup, atau telanjang.

Akhirnya, pupa berubah menjadi dewasa. Semut dewasa muda sering kali warnanya lebih terang, tetapi menjadi gelap seiring bertambahnya usia. Pada tahap ini, semut tidak akan tumbuh lagi karena kerangka luar mereka mencegah mereka untuk tumbuh lebih besar.

Simpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semut adalah binatang mungil yang terkadang muncul di tempat tinggal kita. Daur hidup semut terdapat empat tahap, yaitu telur, larva, pupa atau kepompong, dan dewasa.

Referensi


  1. Edukatif, Tim (2016). Mahir belajar Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek