Bagaimana Proses Pengolahan Daun Teh Hingga Dapat Dikonsumsi Masyarakat?

oleh Gurunakal

Halo semua, bahasan kali membantu menjawab pertanyaan “Bagaimana proses pengolahan daun teh hingga dapat dikonsumsi masyarakat?” Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk memperluas wawasanmu.


Teh adalah salah satu jenis tanaman paling populer di dunia. Meski tidak semua negara memiliki perkebunan teh, namun produk daun teh yang siap diseduh bisa ditemukan dengan mudah di banyak negara. Di Indonesia bahkan kita bisa memilih beragam minuman rasa teh yang lezat dan menyegarkan.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen teh terbesar dan terpenting di dunia. Pada tahun 2019, Indonesia memproduksi teh sebanyak 137.902 ton.

Bagaimana proses pengolahan daun teh hingga dapat dikonsumsi masyarakat

Potret perkebunan teh di Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Sumber: Wikimedia Commons

Sekitar 70% dari total produksi teh nasional berasal dari Provinsi Jawa Barat yang dihasilkan dari perkebunan seluas lebih dari 90.000 hektar di beberapa kabupaten, yakni Bandung, Sukabumi, Garut, Subang, Sumedang, Bogor, hingga Cianjur.

Sementara itu, negara yang dikenal sebagai produsen teh terbesar di dunia adalah Tiongkok. Data Statista menunjukkan kalau Tiongkok menghasilkan sekitar 2,6 juta ton teh pada tahun 2018.

Di waktu yang sama, produksi teh Indonesia hanya 131 ribu ton (140.236 ton menurut data Kementrian Pertanian). India adalah negara penghasil teh terbesar kedua di dunia dengan total produksi 1,3 juta ton pada tahun 2018.

Proses Pengolahan Daun Teh


Setelah berbicara sedikit mengenai produksi teh di Indonesia dan dunia, kini saatnya untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan daun teh hingga dapat dikonsumsi masyarakat.

Perkebunan-perkebunan teh yang besar di Indonesia biasanya dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara, dalam hal ini adalah PT Perkebunan Nusantara atau PTPN. Pabrik pengolahan teh PTPN tersebar di sejumlah titik. Kemungkinan setiap afdeling atau wilayah perkebunan memiliki pabrik pengolah tehnya sendiri.

Sebelum menjadi produk teh siap seduh, daun teh yang telah dipetik harus melalui beberapa tahapan proses pengolahan. Bagaimana proses pengolahan daun teh hingga dapat dikonsumsi masyarakat? Berikut adalah proses pengolahan daun teh.

  1. Pemanenan dan Pemetikan. Daun teh terbaik dipanen dan dipetik kemudian diangkut menggunakan konveyor gantung menuju tahapan-tahapan berikutnya.
  2. Pelayuan. Tahapan ini dimaksudkan untuk menurunkan kandungan air yang terkandung pada daun teh menjadi 25%.
  3. Penggilingan. Daun teh kemudian digiling hingga menjadi serbuk. Daun teh digiling dan diayak sebanyak 4 kali untuk memperoleh serbuk teh yang baik.
  4. Fermentasi. Proses ini dilakukan secara alami (tanpa penambahan starter) yang dimaksudkan untuk mengeluarkan komponen-komponen khas pada teh (aroma, rasa, dan warna) agar menjadi teh dengan kualitas terbaik dan diterima konsumen.
  5. Sortasi. Setelah proses fermentasi, teh kemudian dipisahkan dan dipilih pada tahapan sortasi berdasarkan perbedaan berat jenis dan ukuran partikel.
  6. Packaging. Teh kemudian melalui tahan packaging atau pengemasan menggunakan material plastik dan alumunium foil sebelum siap dipasarkan.

Teh siap seduh yang diproduksi Indonesia tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, namun diekspor ke sejumlah negara di dunia. Pada tahun 2018 Indonesia mampu mengekspor komoditas teh sebanyak 49 ribu ton. Ekspor komoditas teh tersebut paling banyak ditujukan ke Malaysia, kemudian Rusia, Pakistan dan Jerman.

Referensi


  1. ATI: Indonesia Tahun 2018 Ekspor Teh 49 Ribu Ton”. ditjenbun.pertanian.go.id. Diakses 19 Oktober 2020.
  2. Kunjungan ke PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN)”. bakrie.ac.id. Diakses 19 Oktober 2020.
  3. Menggairahkan Kembali Industri Teh Nasional”. kemenperin.go.id. Diakses 19 Oktober 2020.
  4. Upaya Jabar Tingkatkan Popularitas Teh Indonesia di Dunia”. jabarprov.go.id. Diakses 19 Oktober 2020.
  5. Tea growing countries” (dalam bahasa Inggris). Tea and Herbal Infusions Europe. Diakses 19 Oktober 2020.
  6. Tea production worldwide from 2006 to 2018, by leading country” (dalam bahasa Inggris). Statista. Diakses 19 Oktober 2020.
  7. Teh”. indonesia-investments.com. Diakses 19 Oktober 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek