Benua yang Memiliki Angka Kelahiran Paling Rendah Adalah?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Benua yang memiliki angka kelahiran paling rendah adalah?” Untuk memperluas wawasanmu, ayo baca seluruh isi bahasan menarik ini.


Sebelum mengetahui jawabannya ini, sebaiknya kamu mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan angka kelahiran atau angka kelahiran kasar.

Definisi Angka Kelahiran Kasar


Menurut Badan Pusat Statistik atau BPS, angka kelahiran kasar adalah banyaknya kelahiran pada tahun tertentu per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama. Dalam bahasa Inggris istilah ini dikenal dengan sebutan crude birth rate atau CBR.

Benua yang memiliki angka kelahiran paling rendah adalah

Angka kelahiran dunia tahun 2017
Sumber: Wikimedia Commons (Lisensi Creative Commons)

Angka kelahiran kasar digunakan untuk mengetahui tingkat kelahiran di suatu daerah tertentu pada waktu tertentu. Beberapa variabel yang dibutuhkan untuk menyusun indikator CBR di antaranya adalah sensus penduduk, registrasi vital, dan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia).

Rumus Angka Kelahiran Kasar


Angka kelahiran kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini:

CBR = B/P x 1000

B = Jumlah kelahiran

P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun; P = (P0+P1)/2

P0 = Jumlah penduduk pada awal tahun; P1 = Jumlah penduduk pada akhir tahun

Angka Kelahiran Kasar Dunia 1955-2020


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Statista dari tahun 1950 hingga 1955, angka kelahiran kasar di seluruh dunia hanya di bawah 37 kelahiran per seribu orang, yang berarti 3,7 persen dari populasi, yang hidup selama masa ini, telah lahir dalam periode lima tahun ini.

Antara periode lima tahun ini, dan antara tahun 2015 dan 2020, angka kelahiran kasar telah turun menjadi 18,5 kelahiran per seribu orang, yaitu lima puluh persen dari angka kelahiran tujuh puluh tahun yang lalu.

Statista lebih lanjut menjelaskan kalau perubahan ini terjadi sebagai akibat dari peningkatan akses dan keandalan kontrasepsi, penurunan angka kematian bayi dan anak yang sangat besar, serta peningkatan kesempatan pendidikan dan kejuruan bagi perempuan.

Angka Kelahiran Kasar Benua 1950-2020


Statista juga menguraikan angka kelahiran kasar per benua di periode yang sama (1950-2020). Menurut Statista, benua yang telah merasakan perubahan terbesar selama periode tujuh puluh tahun ini adalah Asia dan Amerika Latin, yang turun di bawah rata-rata global pada tahun 1990-an dan awal 2000-an.

Sementara itu, Eropa secara konsisten memiliki tingkat kelahiran kasar terendah di antara semua benua selama tujuh puluh tahun terakhir, terutama pada 1990-an dan 2000-an, ketika angka itu turun menjadi lebih dari sepuluh kelahiran per seribu, karena berakhirnya komunisme di Eropa menyebabkan perubahan demografis yang meluas di seluruh Eropa.

Satu-satunya benua yang masih berada di atas rata-rata global adalah Afrika, yang angka kelahiran kasarnya lima belas kelahiran per seribu lebih banyak dari rata-rata dunia, meskipun angka penurunannya lebih tinggi dari pada dekade sebelumnya.

Berikut adalah daftar angka kelahiran kasar dunia dan benua pada periode 2015-2020.

Dunia: 18,5

  1. Eropa: 10,4
  2. Amerika Utara: 11,8
  3. Asia: 16,4
  4. Amerika Latin dan Karibia: 16,5
  5. Oseania: 16,7
  6. Afrika: 33,6

Dengan demikian, benua yang memiliki angka kelahiran paling rendah adalah Eropa, yaitu 10,4 per seribu penduduk. Sedangkan Afrika menjadi benua dengan angka kelahiran paling tinggi, mencapai 33,6 per seribu penduduk.

Referensi


  1. Angka Kelahiran Kasar (CBR)”. Subdit Rujukan Statistik, Badan Pusat Statistik. Diakses 30 November 2020.
  2. Crude birth rate in each continent and worldwide, from 1950 to 2020” (dalam bahasa Inggris). Statista. Diakses 30 November 2020.
  3. Population” (dalam bahasa Inggris). United Nations. Diakses 30 November 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek