Benua yang Pertambahan Penduduknya Lebih Banyak Karena Migrasi Masuk Adalah?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, artikel ini membantu menjawab pertanyaan “Benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah?”. Jawabannya didasarkan pada laporan Migrasi Internasional 2019 yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.


Sebelum memulai bahasan, ada baiknya kita memahami apa itu migrasi. Pengertian migrasi menurut KBBI online adalah perpindahan penduduk dari satu tempat (negara dan sebagainya) ke tempat (negara dan sebagainya) lain untuk menetap.

Orang-orang yang melakukan migrasi disebut dengan migran. Dalam konteks dunia, PBB mendefinisikan migran internasional sebagai orang yang tinggal di negara selain negara kelahiran mereka atau di negara selain negara kewarganegaraan mereka.

Dalam laporannya PBB lebih lanjut menyebutkan kalau jumlah migran internasional di seluruh dunia mencapai sekitar 272 juta pada tahun 2019 atau sekitar 3,5 persen dari total penduduk dunia. Berikut adalah beberapa sorotan dari data tersebut.

  • Hampir 56 persen dari mereka tinggal di negara-negara di wilayah atau region yang lebih maju, sementara negara-negara di wilayah kurang maju menampung 44 persen.
  • Sebanyak 65 persen dari semua migran internasional tinggal di negara-negara berpenghasilan tinggi, 30 persen tinggal di negara-negara berpenghasilan menengah, dan 5 persen menetap di negara-negara berpenghasilan rendah.

Tingkat Migrasi Menurut Wilayah

Benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah

Jumlah migran internasional menurut wilayah tujuan 1990-2019
Sumber: PBB

Eropa bisa dikatakan sebagai benua yang masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para migran internasional. Meski pertumbuhan penduduknya sangat rendah, Eropa termasuk salah satu benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk.


Berikut adalah data pertumbuhan dan pertambahan penduduk setiap benua pada tahun 2020 menurut Worldometers yang bisa dijadikan acuan.

  • Asia: 0,86% | 39.683.577
  • Afrika: 2,49% | 32.533.952
  • Eropa: 0,06% | 453.275
  • Amerika Utara: 0,62% | 2.268.683
  • Amerika Latin dan Karibia: 0,9% | 5.841.374
  • Oceania: 1,31% | 549.778

Pada 2019, lebih dari separuh dari seluruh migran internasional di seluruh dunia tinggal di Eropa dan Amerika Utara, dengan sekitar 82 juta tinggal di Eropa dan hampir 59 juta di Amerika Utara. Eropa dan Amerika Utara dipilih para migran internasional untuk bermigrasi karena keduanya merupakan wilayah yang makmur.

Sementara itu, Afrika Utara dan Asia Barat menampung migran internasional terbesar ketiga (49 juta), diikuti oleh Afrika sub-Sahara (24 juta), Asia Tengah dan Selatan (20 juta), dan Asia Timur dan Tenggara (18 juta). Amerika Latin dan Karibia (12 juta), dan Oseania (9 juta) mencatat jumlah migran internasional terendah.

Terdapat lima koridor migrasi regional terbesar pada tahun 2019 yang menyumbang hampir setengah dari stok migran internasional global, atau 124 juta migran internasional.

Eropa-ke-Eropa merupakan koridor migrasi regional terbesar di dunia, dengan 41,9 juta migran internasional lahir di Eropa dan bertempat tinggal di negara lain di wilayah yang sama, di mana sebagian besar berada di antara negara-negara Uni Eropa.

Selanjutnya diikuti oleh koridor Amerika Latin dan Karibia ke Amerika Utara dengan stok 26,6 juta migran internasional pada tahun 2019. Sementara koridor migrasi ketiga, keempat, dan kelima ukurannya hampir sama pada 2019.

Tingkat Migrasi Menurut Negara

Jumlah Migran Internasional Menurut Negara

Negara yang menampung migran internasional terbanyak, 1990-2019
Sumber: PBB

Pada tahun 2019, hanya 20 negara yang menampung dua pertiga dari semua migran internasional dan sekitar setengah dari semua migran internasional hanya tinggal di sepuluh negara. Berikut adalah beberapa sorotan dari tingkat migrasi menurut negara.

  • Jumlah migran terbesar berada di Amerika Serikat, yang menampung 51 juta migran pada tahun 2019, atau sekitar 19 persen dari total dunia.
  • Negara tujuan kedua dan ketiga terbesar adalah Jerman dan Arab Saudi, masing-masing menampung sekitar 13 juta migran, diikuti oleh Federasi Rusia (12 juta), dan Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara (10 juta).
  • Dari 20 negara tujuan utama migran internasional di seluruh dunia, tujuh di Eropa, empat di Afrika Utara dan Asia Barat, tiga di Asia Tengah dan Selatan, masing-masing dua di Asia Timur dan Tenggara dan di Amerika Utara, dan masing-masing satu di Oceania dan sub-Sahara Afrika.

Sementara untuk negara asal migran, sepertiga dari semua migran internasional pada tahun 2019 hanya berasal dari sepuluh negara. India berada di urutan pertama negara asal migran internasional dengan 17,5 juta orang tinggal di luar negeri pada tahun 2019. Negara asal migran internasional terbesar kedua adalah Meksiko (11,8 juta), diikuti oleh China (10,7 juta), Federasi Rusia (10,5 juta) dan Republik Arab Suriah (8,2 juta).

Referensi


Baca juga yang ini

Tulis unek-unek