Pengertian Blue Economy atau Ekonomi Biru

oleh Gurunakal

Sebelumnya kita sudah mengenal istilah green economy atau ekonomi hijau yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan perekonomian di darat yang dilakukan secara berkelanjutan. Kemudian muncul istilah serupa yang dinamakan blue economy. Lalu apa yang dimaksud dengan blue economy?

Pengertian Blue Economy


Ekonomi Biru

Sumber: The Commonwealth

Menurut Bank Dunia, ekonomi biru atau blue economy adalah pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan mata pencaharian dan pekerjaan, dan kesehatan ekosistem laut.

Jadi, istilah ekonomi biru ini memiliki keterkaitan dengan kegiatan perekonomian di lautan biru yang luas yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, segala sumber daya lautan bisa tetap terjaga dan dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang.

Lebih lanjut disebutkan kalau ekonomi biru meliputi banyak kegiatan, termasuk perikanan, pariwisata, transportasi maritim, energi terbarukan, perubahan iklim, dan penanganan limbah.

Bank Dunia lebih rinci lagi menjelaskan bahwa kegiatan perikanan laut berkontribusi lebih dari 270 miliar dolar Amerika setiap tahunnya ke PDB global. Dengan perikanan yang lebih berkelanjutan, maka hal itu dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan, lebih banyak ikan, serta membantu memulihkan stok ikan.

Dengan ekonomi biru, kegiatan-kegiatan lainnya yang disebutkan di atas juga bisa memberikan lebih banyak manfaat. Pendek kata, konsep ekonomi biru mendorong pengelolaan laut yang jauh lebih baik dan bekelanjutan.

Aspek dan Tujuan Blue Economy


Ekonomi biru, sebagai konsep ekonomi makro, melibatkan setiap aspek tata kelola nasional dan global, pengembangan ekonomi, perlindungan lingkungan dan keberlanjutan dan komunikasi internasional (Wenhai et al., 2019).

Seperti halnya ekonomi hijau, konsep ekonomi biru disebutkan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sekaligus secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis.

Ekonomi biru memberikan model inklusif di mana negara-negara pantai – yang terkadang tidak memiliki kapasitas untuk mengelola sumber daya lautnya yang kaya – dapat mulai memperluas manfaat sumber daya tersebut untuk semua. Menyadari potensi penuh dari ekonomi biru berarti penyertaan (inklusi) dan partisipasi semua kelompok dan sektor sosial yang terkena dampak.

Ekonomi biru bukan hanya tentang peluang pasar, namun ia juga menyediakan perlindungan dan pengembangan lebih banyak sumber daya ‘biru’ yang tidak berwujud, seperti cara hidup tradisional, penyerapan karbon, dan ketahanan pesisir untuk membantu negara-negara yang rentan mengurangi dampak perubahan iklim yang sering kali menghancurkan.

Konsep Blue Economy Indonesia


Sebuah artikel di Frontiers menjelaskan konsep ekonomi biru yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Disebutkan bahwa konsep ekonomi biru Indonesia adalah untuk:

  • Merumuskan kebijakan ekonomi komprehensif dan perlindungan lingkungan;
  • Mendorong pembangunan ekonomi daerah;
  • Mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan mempromosikan sistem produksi bersih dan mendorong investasi kreatif dan inovatif.

Sementara sorotan utama dari pengembangan ekonomi biru di Indonesia meliputi:

  • Mengembangkan perikanan laut, transportasi laut, pariwisata, industri produksi energi dan bahan berdasarkan konsep ekonomi biru;
  • Lebih lanjut meningkatkan dan mengoordinasikan kebijakan nasional ekonomi kelautan dan pertanahan;
  • Mengembangkan zona demonstrasi ekonomi biru;
  • Memperkuat koneksi antara perdagangan dan infrastruktur dan mempromosikan pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.

Pemerintah Indonesia disebutkan berencana untuk mendirikan zona demonstrasi ekonomi biru di Lombok dan Kepulauan Anambas dan Teluk Tomini, untuk mengeksplorasi model ekonomi biru yang ditampilkan dengan industri kelautan, perikanan, pemuliaan, industri pariwisata tepi laut, pengembangan pulau kecil, pengembangan pulau kecil, regional dan teluk.

Perbedaan Antara Green dan Blue Economy


Konsep blue economy atau ekonomi biru disebutkan berawal pada konsep ekonomi hijau atau green economy. Bisa dikatakan kalau letak perbedaan di antara keduanya ada pada lingkungan di mana kedua konsep ini diaplikasikan, yaitu daratan untuk ekonomi hijau dan lautan untuk ekonomi biru.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme atau UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai ekonomi yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sementara secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis.

Strategi ekonomi hijau cenderung berfokus pada sektor energi, transportasi, kadang-kadang pertanian dan kehutanan, sedangkan ekonomi biru berfokus pada sektor perikanan dan sumber daya kelautan dan pesisir. Keduanya menggabungkan strategi untuk mengatasi mitigasi dan adaptasi iklim.

Referensi


  1. “Blue Economy.” Blue Economy | The Commonwealth, thecommonwealth.org/blue-economy.
  2. Wenhai, Lu, et al. “Successful Blue Economy Examples With an Emphasis on International Perspectives.” Frontiers in Marine Science, Frontiers, 7 Juni 2019, www.frontiersin.org/articles/10.3389/fmars.2019.00261/full.
  3. “What Is the Blue Economy?” World Bank, 6 Juni 2017, www.worldbank.org/en/news/infographic/2017/06/06/blue-economy.

 

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek