Dari Manakah Energi Matahari Dihasilkan?

oleh gurunakal.com

Halo sahabat Gurunakal, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Dari manakah energi matahari dihasilkan?”. Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk memperluas wawasanmu dan pemahamanmu akan energi matahari.


Matahari adalah salah satu sumber energi yang gratis. Bagi yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia, energi matahari bukanlah sesuatu yang sulit didapat. Tubuh seseorang yang terkena sinar matahari pagi berkesempatan untuk menyerap energi matahari yang bermanfaat bagi tubuh. Baca: 5 Alasan Mengapa Kita Dianjurkan untuk Berjemur Pada Pagi.

Bagaimana dengan Energi Matahari dalam Konteks Industri?


Energi matahari adalah sumber daya energi paling berlimpah di Bumi. Energi matahari dapat ditangkap dan digunakan dalam beberapa cara. Salah satu teknologi yang dipakai untuk menangkap energi matahari adalah panel surya.

Dari Manakah Energi Matahari Dihasilkan

Contoh penangkapan energi matahari menggunakan panel surya
Sumber: Wikipedia

Sebagai sumber energi terbarukan, energi matahari adalah bagian penting dari masa depan energi bersih kita. Ini tentu sangat berbeda dengan energi yang didapat dari bahan bakar fosil yang kini menjadi masalah pemanasan global bagi banyak negara di dunia dan secara keseluruhan, bagi Bumi kita.

Dari Manakah Energi Matahari Dihasilkan?


Matahari yang menyinari Bumi kita setiap hari adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Besar yang memiliki banyak manfaat bagi semesta (Alhamdulillah, ayo bersyukur). Setiap partikel sinar matahari (disebut foton) yang mencapai Bumi mengandung energi yang menjadi ‘bahan bakar’ Bumi untuk tetap hidup.

Adalah suatu kerusakan jika Matahari tidak menyinari Bumi. Kita mungkin pernah membaca sejarah ketika letusan sebuah gunung berapi di Bumi menyebabkan terhalangnya sinat matahari masuk ke Bumi. Ketika hal itu terjadi, tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis yang pada ujungnya adalah bencana alam yang maha dahsyat.

Energi matahari adalah sumber utama yang bertanggung jawab atas semua sistem cuaca dan sumber energi kita di Bumi. Permukaan Bumi kita juga menerima radiasi matahari yang cukup setiap jamnya untuk memenuhi kebutuhan energi global kita selama hampir satu tahun penuh.

Jadi, dari manakah energi matahari dihasilkan? Seperti halnya bintang-bintang yang bertebaran di galaksi, matahari yang menerangi Bumi adalah layaknya sebuah reaktor nuklir yang sangat besar. Jauh di dalam inti Matahari, reaksi fusi nuklir menghasilkan sejumlah besar energi yang memancar keluar dari permukaan matahari dan ke luar angkasa dalam bentuk cahaya dan panas seperti yang kita rasakan.

Dengan bantuan teknologi, kita dapat memanfaatkan tenaga surya dan mengonversinya menjadi energi yang dapat digunakan menggunakan fotovoltaik atau pengumpul panas matahari, pemanasan & pendinginan matahari (solar heating & cooling atau SHC) dan melalui pembangkit listrik tenaga surya (Concentrating Solar Power atau CSP).

Fotovoltaik menghasilkan listrik langsung dari sinar matahari melalui proses elektronik dan dapat digunakan untuk memberi daya perangkat elektronik apa saja, mulai dari yang kecil seperti kalkulator dan rambu-rambu lalu lintas hingga ke rumah-rumah dan bisnis komersial besar.

Sementara itu, pemanasan & pendinginan matahari dan pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panas yang dihasilkan oleh matahari untuk menyediakan ruang atau pemanas air dalam kasus sistem SHC, atau untuk menjalankan turbin pembangkit listrik tradisional dalam kasus pembangkit listrik tenaga surya.

Meskipun demikian, penggunaan energi bersih seperti energi matahari ini belum dirasakan semua orang di seluruh dunia. Itu karena biaya pemasangan panel surya tidaklah murah. Kedepannya, ketika biaya pemasangan panel surya turun berarti semakin banyak orang di lebih banyak tempat dapat memanfaatkan energi matahari.

Referensi


  1. Solar Energy” (dalam bahasa Inggris). Solar Energy Industries Association. Diakses 4 Agustus 2020.
  2. What is solar energy?” (dalam bahasa Inggris). EnergySage. Diakses 4 Agustus 2020.

Tulis unek-unek