Diantara Benua yang Ada di Bumi Angka Kelahiran Terendah Terdapat di?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Diantara benua yang ada di Bumi angka kelahiran terendah terdapat di?” Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk memperluas wawasanmu.


Sebagaimana kita ketahui, penduduk Bumi mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan kalau penduduk Bumi diperkiraan berjumlah 7 miliar jiwa pada Oktober 2011.

Diantara benua yang ada di Bumi angka kelahiran terendah terdapat di

Sumber: Pixabay

PBB juga telah memproyeksikan kalau pada tahun 2015 jumlah penduduk dunia mencapai angka 7,3 miliar jiwa. Lalu 15 tahun kemudian atau pada tahun 2030 jumlahnya diproyeksikan akan menjadi 8,5 miliar jiwa.

PBB menyebutkan kalau pertumbuhan dramatis ini sebagian besar didorong oleh peningkatan jumlah orang yang bertahan hidup hingga usia reproduksi, dan diikuti oleh perubahan besar dalam tingkat kesuburan, peningkatan urbanisasi, dan percepatan migrasi. Tren ini akan berdampak luas untuk generasi yang akan datang.

Angka Kelahiran Kasar


Dalam ilmu kependudukan dikenal istilah angka kelahiran kasar atau crude birth rate (CBR). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka kelahiran kasar adalah banyaknya kelahiran pada tahun tertentu per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama.

CBR digunakan untuk mengetahui tingkat kelahiran di suatu daerah tertentu pada waktu tertentu. CBR dihasilkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Sebagai contoh, CBR Indonesia pada tahun 2004 adalah sebesar 20. Ini artinya terdapat 20 kelahiran per 1000 penduduk Indonesia pada tahun 2004.

Angka Kelahiran Kasar Dunia 1950-2020

Menurut data Statista, dari tahun 1950 hingga 1955, angka kelahiran kasar di seluruh dunia hanya di bawah 37 kelahiran per seribu orang, yang berarti 3,7 persen dari populasi, yang hidup selama masa ini, telah lahir dalam periode lima tahun ini.

Antara periode lima tahun ini, dan antara tahun 2015 dan 2020, angka kelahiran kasar telah turun menjadi 18,5 kelahiran per seribu orang, yaitu lima puluh persen dari angka kelahiran tujuh puluh tahun yang lalu.

Statista lebih lanjut menjelaskan kalau perubahan ini terjadi sebagai akibat dari peningkatan akses dan keandalan kontrasepsi, penurunan angka kematian bayi dan anak yang sangat besar, serta peningkatan kesempatan pendidikan dan kejuruan bagi perempuan.

Angka Kelahiran Kasar Benua 1950-2020

Statista juga menguraikan angka kelahiran kasar per benua di periode yang sama (1950-2020). Menurut Statista, benua yang telah merasakan perubahan terbesar selama periode tujuh puluh tahun ini adalah Asia dan Amerika Latin, yang turun di bawah rata-rata global pada tahun 1990-an dan awal 2000-an.

Sementara itu, Eropa secara konsisten memiliki tingkat kelahiran kasar terendah di antara semua benua selama tujuh puluh tahun terakhir, terutama pada 1990-an dan 2000-an, ketika angka itu turun menjadi lebih dari sepuluh kelahiran per seribu, karena berakhirnya komunisme di Eropa menyebabkan perubahan demografis yang meluas di seluruh Eropa.

Satu-satunya benua yang masih berada di atas rata-rata global adalah Afrika, yang angka kelahiran kasarnya lima belas kelahiran per seribu lebih banyak dari rata-rata dunia, meskipun angka penurunannya lebih tinggi dari pada dekade sebelumnya.

Berikut adalah daftar angka kelahiran kasar dunia dan benua pada periode 2015-2020.

Dunia: 18,5

  1. Eropa: 10,4
  2. Amerika Utara: 11,8
  3. Asia: 16,4
  4. Amerika Latin dan Karibia: 16,5
  5. Oseania: 16,7
  6. Afrika: 33,6

Dengan demikian, diantara benua yang ada di Bumi angka kelahiran terendah terdapat di benua Eropa, yaitu 10,4 per seribu penduduk. Sedangkan Afrika menjadi benua dengan angka kelahiran tertinggi, mencapai 33,6 per seribu penduduk.

Penyusutan Populasi di Eropa

PBB memproyeksikan jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 mencapai 9,7 miliar jiwa. Akan tetapi, populasi 55 negara atau wilayah di dunia diperkirakan akan menurun pada tahun 2050, di mana 26 di antaranya mungkin mengalami penurunan setidaknya sepuluh persen.

PBB bahkan memperkirakan kalau beberapa negara akan mengalami penurunan populasi mereka lebih dari 15 persen pada tahun 2050, termasuk Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Hongaria, Jepang, Latvia, Lituania, Republik Moldova, Rumania, Serbia, dan Ukraina.

PBB lebih lanjut menjelaskan kalau kesuburan di semua negara Eropa sekarang berada di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk penggantian penuh populasi dalam jangka panjang (sekitar 2,1 anak per wanita), dan pada sebagian besar kasus, kesuburan berada di bawah tingkat penggantian selama beberapa dekade.

Meski pertumbuhan penduduk Eropa tergolong sangat kecil, namun benua ini menjadi salah satu tujuan bagi para migran internasional. Bahkan dalam laporan Migrasi Internasional PBB 2019, Eropa diketahui menjadi benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk. Salah satu alasannya adalah karena Eropa merupakan wilayah yang makmur, sehingga banyak dipilih oleh para migran untuk memulai hidup baru.

Referensi


  1. Angka Kelahiran Kasar (CBR)”. Subdit Rujukan Statistik, Badan Pusat Statistik. Diakses 30 November 2020.
  2. Crude birth rate in each continent and worldwide, from 1950 to 2020” (dalam bahasa Inggris). Statista. Diakses 30 November 2020.
  3. Population” (dalam bahasa Inggris). United Nations. Diakses 30 November 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek