Beberapa Fitur Kamera HP yang Perlu Diketahui

oleh Gurunakal

Salah satu hal yang sering dipertimbangkan orang-orang sebelum membeli sebuah HP adalah kamera beserta fitur kamera tersebut. Hal itu tak lain karena kegiatan fotografi kini sudah banyak digemari oleh berbagai kalangan.

Memahami setiap fitur kamera HP dapat membantu menentukan HP kamera mana yang paling cocok digunakan. Kemungkinan masih ada orang yang menilai kamera HP terbaik itu dari besaran pikselnya. Hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi fitur-fitur yang dimiliki oleh kamera juga akan sangat menentukan kualitasnya.

Nah, agar tidak keliru dalam memilih smartphone impian, sebaiknya ketahui dulu beberapa istilah spesifikasi dan fitur kamera HP di bawah ini.

Spesifikasi Kamera Smartphone

Kamera Samsung Galaxy S20

Berikut ini adalah beberapa istilah yang digunakan dalam spesifikasi kamera sebuah smartphone.

1. Single, Dual, Triple, Dst

Setiap smartphone memiliki jumlah kamera yang berbeda-beda. Smartphone generasi pertama umumnya hanya dibekali dengan dua kamera (satu di depan dan satu di belakang). Hal itu kini telah berubah di mana sudah banyak pabrikan smartphone yang memasang jumlah kamera lebih dari satu untuk setiap sisi.

Istilah yang digunakan untuk menunjukkan jumlah kamera sebuah smartphone adalah single (satu), dual (ganda), triple (tiga), quad (empat), dan seterusnya. Setiap kamera tersebut juga biasanya memiliki besaran piksel dan fungsi yang berbeda-beda, tetapi bekerja sama untuk menghasilkan bidikan yang berkualitas.

2. MP atau Megapiksel

Resolusi gambar yang diambil oleh kamera smartphone diukur dalam megapiksel. Sebuah kamera dengan MP yang tinggi belum tentu bisa menghasilkan gambar atau video berkualitas tinggi.

Jika dulu pabrikan berlomba-lomba menghadirkan smartphone dengan banyak MP, kini hal tersebut mulai berjalan lambat karena mereka mulai fokus pada kualitas yang ditangkap MP tersebut.

Hal yang perlu ditekankan di sini adalah gambar dengan megapiksel yang lebih tinggi memungkinkan untuk di-crop tanpa kehilangan terlalu banyak detail. Saat dicetak, gambar tersebut juga mampu menghasilkan kualitas cetak yang lebih tinggi. Sekali lagi, kemutakhiran teknologi kamera setiap smartphone itu berbeda-beda.

3. Aperture

Aperture atau bukaan diafragma dari sebuah lensa menunjukkan seberapa banyak cahaya yang diterima oleh lensa. Semakin besar bukaan maka semakin banyak pula cahaya yang masuk, sebaliknya bukaan yang lebih kecil memungkinkan cahaya yang masuk lebih sedikit.

Besaran kamera ini diukur dalam f-stop di mana satuan nilainya dibalik. Misalnya kamera dengan bukaan f/1.4 memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk daripada kamera dengan bukaan f/8. Biasanya bukaan kamera smartphone-smartphone yang beredar di pasaran ada di angka f/1 hingga  f/2+.

Lalu apa peranan bukaan dalam menangkap sebuah gambar? Singkatnya, kamera smartphone dengan bukaan yang besar (ingat ya nilainya terbalik) memungkinkan untuk digunakan dalam membidik gambar di kondisi cahaya rendah.

Hal ini bukan berarti bukaan kamera smartphone yang kecil akan menghasilkan gambar berkualitas jelek, tetapi semuanya telah diatur sedemikian rupa oleh vendor sesuai dengan kebutuhan pengguna pada umumnya.

4. EIS (Electronic Image stabilization) dan OIS (Optical Image Stabilization)

Kedua teknologi ini juga sering muncul dalam spesifikasi kamera sebuah smartphone (tidak semua kamera smartphone dilengkapi dengan EIS dan OIS). Intinya, kedua hal ini memiliki peranan penting dalam menghasilkan gambar yang berkualitas.

Tidak jarang kita terlalu banyak bergerak saat akan membidik suatu objek sehingga hasilnya blur. Di sinilah peranan EIS dan OIS dibutuhkan. Keduanya membantu menghilangkan guncangan kamera agar dapat menghasilkan gambar dengan kualitas yang lebih baik.

OIS ada yang versi digital maupun mekanik, tetapi yang paling baik adalah OIS dengan sistem mekanik. Cek apakah kamera smartphonemu sudah ada OIS / EIS-nya atau belum. Jika belum silahkan beli yang baru.

5. AF (Auto-Focus)

Auto-focus adalah sebuah fitur kamera yang memungkinkan kita untuk menangkap sebuah objek dengan fokus yang benar. Fitur ini mampu meningkatkan kualitas foto melalui kamera fokus tetap (fixed-focus). Selain itu, pengambilan foto close-up juga bisa lebih memungkinkan tanpa perlu khawatir kualitasnya jelek (ngeblur).

Dengan adanya AF ini, hasil bidikan kamera smartphone dapat terlihat tajam. Bagaimana hal ini bekerja? Sensor akan mendeteksi seberapa jauh subjek dari kamera, dan informasi ini diteruskan ke lensa, yang kemudian menggunakan motor elektronik untuk menyesuaikan jarak fokus lensa. Berikut adalah beberapa ragam AF.

  • PDAF (Phase Detection Auto-Focus)

Jenis AF ini sudah biasa ditemukan di smartphone masa kini. PDAF lebih mengandalkan pemrosesan gambar daripada penyesuaian mekanis untuk mendapatkan fokus yang benar.

PDAF membagi gambar menjadi dua bagian, kemudian sensor di bagian dalam mencoba untuk memindahkan gambar dan menyelaraskan lensa. Ketika diselaraskan kita akan mendapatkan gambar yang fokus.

  • CDAF (Contrast Detection Auto-Focus)

Fitur ini bergantung pada kontras gambar yang diterima. Sensor mendeteksi kontras gambar di posisi lensa pertama, dan menggerakkan lensa maju atau mundur untuk mendapatkan kontras gambar di posisi yang baru.

Kemudian hal itu akan membandingkan hasil pertama dan hasil kedua dan mencari posisi lensa terbaik berikutnya. Sebagai info, PDAF lebih cepat untuk fokus daripada CDAF dan memberikan foto yang lebih tajam.

  • LAF (Laser Auto-Focus)

Fitur ini bekerja dengan sebuah pemancar dan penerima laser yang berukuran kecil. Ponsel menggunakan waktu yang diperlukan laser untuk memantulkan subjeknya untuk menentukan jarak ke target bidikan.

Fitur LAF bisa sangat berguna saat mengambil foto dengan cepat dan dalam kondisi cahaya redup. Akan tetapi, hal ini kurang bisa diandalkan untuk memfoto pemandangan di mana subjek jauh dari kamera.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek