Hasil Pertanian Utama di Malaysia Yaitu?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Hasil pertanian utama di Malaysia yaitu?” Ayo baca bahasan ini sampai tuntas agar pengetahuanmu bertambah banyak.


Saat ini pertanian adalah sektor minor di Malaysia. Sektor pertanian, bersama dengan sektor perikanan dan kehutanan mempekerjakan sekitar 10 persen dari angkatan kerja Malaysia.

Menurut Administrasi Perdagangan Internasional (ITA) di Departemen Perdagangan Amerika Serikat, minyak sawit, karet, kakao, dan produk kayu menyumbang sekitar setengah dari produksi pertanian Malaysia, sementara kontributor penting lainnya termasuk buah-buahan tropis dan beras.

Hasil pertanian utama di Malaysia yaitu

Perkebunan kelapa sawit di Distrik Kunak, Sabah, Malaysia.
Sumber: Wikimedia Commons (Lisensi Creative Commons)

Menariknya, Malaysia adalah produsen dan eksportir minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia. Produksi minyak sawit Malaysia menyumbang 28 persen produksi dunia dan 33 persen ekspor dunia pada 2019.

Meski pertanian bukan sektor utama di negara beribu kota Kuala Lumpur ini, namun ITA menyebutkan kalau Malaysia memiliki kemampuan penelitian pertanian yang relatif kuat, terutama di sektor kelapa sawit, dan sistem penyuluhannya efektif.

Hasil Pertanian Utama di Malaysia


Menurut Departemen Statistik Malaysia, sektor pertanian menyumbang 7,1 persen ke Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia pada tahun 2019. Kelapa sawit merupakan kontributor utama nilai tambah sektor pertanian sebesar 37,7 persen diikuti oleh pertanian lainnya (25,9%), peternakan (15,3%), perikanan (12,0%), kehutanan & penebangan (6,3%) dan karet (3,0%). ).

Beberapa hasil pertanian utama di Malaysia menurut volume produksi pada tahun 2019 dalam ribuan ton (data Departemen Pertanian Malaysia) yaitu sebagai berikut:

  • Kelapa sawit: 99.065,4
  • Beras: 2.348,9
  • Karet alam: 639,8
  • Lada: 33,9
  • Kenaf: 7,2
  • Biji kakao: 1,0 (estimasi)

Perjalanan Singkat Sektor Pertanian di Malaysia


Pada masa kemerdekaan, pertanian merupakan sektor lapangan kerja utama (58 persen) di Malaysia. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Malaysia, tapi juga di kebanyakan negara lain selama fase awal transformasi pertanian. Lalu ketika pertanian berkembang, tenaga kerja yang sebelumnya bekerja di sektor ini beralih ke sektor lainnya, seperti manufaktur, jasa, dan sektor ekonomi lainnya.

Dengan demikian, kontribusi pertanian terhadap pekerjaan di Malaysia secara keseluruhan turun dari 37,2 persen pada tahun 1980 menjadi 12,5 persen pada tahun 2016 dan menjadi 11 persen pada tahun 2018. Pada tahun 1960-an, rasio pekerjaan pertanian hampir dua pertiga dari total lapangan kerja.

Pada tahun 1987, manufaktur menggantikan pertanian sebagai sektor utama di Malaysia untuk pertama kalinya: masing-masing 22,6 persen versus 21,7 persen. Pada tahun 1961, sektor manufaktur berkontribusi sekitar 9 persen terhadap PDB Malaysia. Pada tahun 2007, jumlahnya mencapai 30,1 persen dari PDB.

Cek Juga


Referensi


  1. “Agricultural Transformation and Inclusive Growth: The Malaysian Experience” (dalam bahasa Inggris). World Bank. Diakses 9 Maret 2021. File PDF.
  2. Malaysia – Agricultural Sector” (dalam bahasa Inggris). International Trade Administration, U.S. Department of Commerce. Diakses 9 Maret 2021.
  3. Selected Agricultural Indicators, Malaysia, 2020” (dalam bahasa Inggris). Department of Statistics, Malaysia. Diakses 9 Maret 2021.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek