Hutan Mangrove Memiliki Fungsi Ekologis Yaitu?

oleh gurunakal.com

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yaitu?” Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk memperluas wawasanmu akan hutan mangrove.


Hutan Mangrove Memiliki Fungsi Ekologis Yaitu

Sumber: Needpix.com

Selain mengenal hutan hujan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, kita juga mengenal yang namanya hutan bakau atau mangrove yang keberadaannya juga sangat penting bagi lingkungan, khususnya lingkungan laut. Itu karena hutan bakau tumbuh di kawasan pantai berair payau, khususnya di tempat-tempat yang mengalami pelumpuran dan akumulasi bahan organik.

Karena berjenis halofit, pohon mangrove ini tahan terhadap kadar garam yang tinggi di dasar air, sehingga memiliki kemampuan untuk tumbuh di tempat yang tidak dapat ditumbuhi pohon lain. Oleh karena itu, pohon mangrove memberikan kontribusi signifikan yang bermanfaat bagi lingkungan.

Hutan mangrove dapat ditemukan di kawasan beriklim tropis di seluruh dunia dan sedikit di kawasan subtropis. Negara kita sendiri merupakan rumah terbesar bagi hutan mangrove dunia. Ini berarti tugas kita untuk menjaga lingkungan pantai lebih besar dari warga negara lainnya.

Sayangnya, tugas kita tidak lagi mudah karena sebagian hutan mangrove di Indonesia kondisinya kritis. Namun, kita harus terus berjuang untuk menyelamatkan hutan mangrove kita agar dapat menginspirasi dunia untuk mengambil tindakan yang sama terhadap hutan mangrove mereka.

Keberadaan hutan mangrove sangat vital bagi lingkungan pantai, sehingga kita harus tetap menjaganya dengan baik. Berikut adalah beberapa fungsi ekologis hutan mangrove yang perlu diketahui.

1. Menjaga rantai makanan laut yang kompleks

Pohon mangrove merupakan fondasi dalam rantai makanan laut yang kompleks dan siklus makanan detrital yang ditemukan oleh dua ahli biologi dari Universitas Miami, Eric Heald dan William Odum, pada tahun 1969.

Saat daun mangrove jatuh ke perairan pasang surut, maka bakteri laut akan mengkolonisasi daun tersebut dalam waktu beberapa jam. Selanjutnya mereka mengubah senyawa karbon yang sulit dicerna menjadi detritus yang kaya nitrogen.

Hewan-hewan kecil seperti cacing, siput, udang, moluska, kerang, teritip, dan tiram menjadikan detritus tersebut sebagai makanan mereka. Lalu, pemakan detritus ini menjadi makanan bagi sejumlah hewan karnivora termasuk kepiting dan ikan, kemudian burung dan ikan buruan mengikuti rantai makanan, yang berpuncak dengan manusia.

Jika hutan mangrove dalam kondisi yang baik, maka rantai makanan laut yang kompleks ini juga akan terjaga dengan baik. Dengan demikian, spesies-spesies hewan yang keberadaannya tergantung pada hutan mangrove yang tumbuh subur tidak akan terancam.

Saat hal itu terjadi, maka manusia sebagai puncak rantai makanan dapat terus merasakan manfaat dari hutan mangrove. Jadi, penting bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan hutan mangrove yang kita miliki.

2. Dapat Dijadikan habitat kritis untuk perikanan dan populasi burung pantai

Hutan mangrove juga dapat berfungsi sebagai pembuatan habitat kritis untuk perikanan dan populasi burung pantai. Lalu apa yang dimaksud dengan habitat krisis?

Habitat kritis adalah area spesifik dalam area geografis yang berfungsi sebagai tempat konservasi spesies langka dan terancam punah serta spesies yang mungkin memerlukan pengelolaan atau perlindungan khusus.

Dengan dibuatnya habitat krisis di kawasan hutan mangrove, maka spesies ikan maupun burung pantai yang terancam punah akibat perusakan hutan mangrove yang terus berlanjut dapat dilestarikan.

Sebagaimana diketahui, cakupan garis pantai dan lahan basah hutan mangrove merupakan tempat tinggal bagi beragam spesies burung, mamalia, krustasea, dan ikan sebagai habitat unik dan tak tergantikan.

Agar berjalan sukses, langkah ini membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan bakau. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga hutan mangrove yang sangat berharga bagi kehidupan ini?

3. Menyaring dan menyerap polutan dari limpasan dataran tinggi

Mangrove dapat bertindak sebagai penyaring sedimen dan sampah yang terperangkap yang masuk dengan limpasan dari daerah dataran tinggi. Penangkapan sedimen membantu menjaga kejernihan air yang merupakan faktor penting bagi produktivitas kerang, tiram dan fitoplankton. Mangrove juga mengasimilasi atau menyerap polutan dan mendaur ulang nutrisi melalui berbagai proses biokimia.

4. Menstabilkan sedimen dan melindungi garis pantai dari erosi

Akar mangrove yang tampak kusut memungkinkan pohon ini untuk menangani naik turunnya air pasang surut setiap hari. Selain itu, akar tersebut juga dapat memperlambat pergerakan air pasang surut, sehingga menyebabkan endapan sedimen keluar dari air dan membangun dasar berlumpur.

Hutan mangrove juga dapat menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus, gelombang, dan pasang surut. Sistem akar mangrove yang rumit juga membuat hutan ini menarik bagi ikan dan organisme lain yang mencari makanan dan tempat berlindung dari pemangsa.

5. Meningkatkan kualitas air dan atmosfer

Hutan mangrove dapat menjaga kualitas air dan mengurangi polusi dengan menyaring material tersuspensi dan mengasimilasi nutrisi terlarut. Dengan demikian, kehidupan air di kawasan hutan mangrove terjaga dengan baik.

Sebagai informasi, beberapa polutan tidak larut dalam air karena molekulnya terlalu besar untuk bercampur di antara molekul air. Material ini disebut materi partikulat dan seringkali dapat menjadi penyebab polusi air.

Tanpa peran pohon mangrove, partikel-partikel yang tersuspensi tersebut dapat mencemari perairan dan menyebabkan endapan yang tebal di bagian bawah, sehingga bisa membahayakan kehidupan air.

6. Berkontribusi pada kesehatan terumbu karang

Perlu diketahui bahwa habitat mangrove secara tidak langsung terhubung dengan ekosistem terumbu karang. Kesehatan dan luasnya terumbu karang sebagian besar tergantung pada hutan mangrove pantai, yang menstabilkan garis pantai, menghilangkan polutan, meningkatkan kualitas air, dan menyediakan habitat pembibitan yang memelihara perikanan.

Sementara jika habitat mangrove mengalami kerusakan atau bahkan musnah, maka terumbu karang akan terkena dampak buruk karena perikanan terdegradasi. Terumbu karang memiliki korelasi dengan banyak ikan karang yang menggunakan habitat mangrove sebagai tempat pembibitan. Tanpa perikanan yang layak, terumbu karang tidak dapat bertahan hidup.

Kesimpulan


Keberadaan hutan mangrove sama pentingnya dengan hutan hujan yang umumnya menyelimuti daerah tropis. Karena Indonesia merupakan salah satu rumah terbesar di dunia bagi hutan hujan dan hutan mangrove, maka kita punya tanggung jawab besar untuk menjaganya agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh penduduk dunia.

Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yaitu untuk menjaga rantai makanan laut, menjaga populasi ikan dan burung laut, menyerap polutan, meningkatkan kualitas air, melindungi pantai dari erosi, serta menjaga keberlangsungan hidup ikan-ikan dan terumbu karang.

Referensi


  1. “Critical Habitat.” U.S. Fish & Wildlife Service, Mar. 2017, www.fws.gov/endangered/esa-library/pdf/critical_habitat.pdf. Diakses 27 Mei. 2020.
  2. “Ecological Importance of Mangrove Habitat.” Mangrove.org, www.mangrove.org/video/Mangrove.pdf. Diakses 27 Mei. 2020.
  3. “Mangroves Are Trees and Shrubs That Have Adapted to Life in a Saltwater Environment.” Florida Keys National Marine Sanctuary, 4 Apr. 2011, www.floridakeys.noaa.gov/plants/mangroves.html. Diakses 27 Mei. 2020.
  4. “Mangrove and Coral Reef Ecosystems.” Mangrove.org, www.mangrove.org/video/Coral.pdf. Diakses 27 Mei. 2020.
  5. Sulochanan, Bindu. “Mangrove Ecosystem and Its Impact on Fisheries – CMFRI Repository”. Eprints.cmfri.org.in, 2013, http://eprints.cmfri.org.in/9873/. Diakses 27 Mei. 2020.
  6. “What Is Suspended Matter.” Water Pollution, 7 Jan. 2020, www.water-pollution.org.uk/suspended-matter/. Diakses 27 Mei. 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek