Induk Organisasi Bulutangkis Internasional Adalah?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Induk organisasi bulutangkis internasional adalah?” Ayo perluas wawasanmu dengan membaca seluruh isi bahasan ini.


Bulutangkis adalah salah satu olahraga yang paling banyak dimainkan di dunia. Beberapa negara di mana bulutangkis termasuk olahraga yang populer adalah Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Denmark, dan Inggris.

Sebagaimana olahraga populer lainnya, bulutangkis juga memiliki induk organisasi yang menaunginya. Induk organisasi bulutangkis internasional adalah BWF (Badminton World Federation atau Federasi Bulutangkis Dunia).

Badminton World Federation


BWF diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee atau IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (International Paralympic Committee atau IPC) sebagai badan resmi yang mengatur dunia untuk bulutangkis.

Induk organisasi bulutangkis internasional adalah

Logo BWF terbaru
Sumber: Wikipedia

Federasi Bulutangkis Internasional (International Badminton Federation atau IBF), demikian nama awalnya, didirikan di London, pada tanggal 5 Juli 1934 dengan sembilan asosiasi anggota pendiri, yaitu Kanada, Denmark, Inggris, Prancis, Belanda, Irlandia, Selandia Baru, Skotlandia dan Wales.

Saat ini BWF adalah federasi dengan 196 anggota di seluruh dunia. Setelah sebuah organisasi bulutangkis negara menjadi anggota BWF, ia juga menjadi anggota Konfederasi Kontinental yang relevan – Afrika / Asia / Eropa / Oseania / Pan America.

Konfederasi Kontinental BWF


Saat ini ada lima Konfederasi Kontinental BWF, yaitu Afrika, Asia, Eropa, Oseania, dan Pan Amerika. Berikut adalah sejarah singkat pembentukan setiap Konfederasi Kontinental.

1. Asia

Pada tahun 1959, enam delegasi dari Malaya (sekarang Malaysia), India, Formosa (sekarang Taiwan), Ceylon (sekarang Sri Lanka), Nepal dan Indonesia bertemu di Kuala Lumpur untuk membentuk Konfederasi Bulu Tangkis Asia (Asian Badminton Confederation atau ABC).

2. Eropa

European Badminton Union (EBU) didirikan di Frankfurt pada September 1967 oleh 11 negara. Mereka adalah Austria, Belgia, Cekoslowakia, Denmark, Inggris, Finlandia, Republik Federal Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia dan Swiss.

3. Pan Amerika

Badminton Pan American Confederation (BPAC) didirikan di Mexico City pada tahun 1976 oleh Badminton Canada, Asosiasi Bulutangkis Jamaika, Federacion Mexicana de Badminton, Comision Nacional de Badminton Peru dan Asosiasi Bulutangkis Amerika Serikat.

4. Afrika

Pada tahun 1977 perwakilan dari asosiasi bulu tangkis Ghana, Kenya, Mauritius, Mozambik, Nigeria, Tanzania dan Zambia berkumpul untuk membentuk Konfederasi Bulutangkis Afrika.

5. Oseania

Badminton Oseania dibentuk pada tahun 1987 dengan Heather Robson (NZL) ditunjuk sebagai Presiden dan Roy Ward (AUS) ditunjuk sebagai Sekretaris / Bendahara; dengan Australia dan Selandia Baru sebagai anggota pendiri.

Visi dan Misi BWF


Visi BWF adalah memberi setiap anak kesempatan untuk bermain seumur hidup. Sedangkan misinya adalah untuk memimpin dan menginspirasi semua pemangku kepentingan menghadirkan hiburan acara spektakuler, mendorong keterlibatan penggemar, menciptakan inisiatif pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan, dan mendukung keanggotaan mereka untuk memaksimalkan hasil olahraga.

Logo BWF


Logo BWF terbaru diluncurkan pada tahun 2012. Logo tersebut tampil kontemporer, kuat dan efisien. Merah adalah warna dasar merek dan logonya mencantumkan huruf “BWF” yang kuat dan tebal.

Huruf-huruf ini terletak di ‘alat penahan’ yang berbentuk kok bergaya. Kok bergaya ini telah digunakan sejak 2011 dalam branding acara BWF utama seperti BWF World Superseries. Sejak 2012, ini juga telah digunakan dalam branding Acara Besar BWF – Kejuaraan Dunia BWF, Piala BWF Sudirman, dan BWF Piala Thomas dan Uber.

Referensi


  1. About BWF” (dalam bahasa Inggris). BWF Badminton. Diakses 29 Oktober 2020.
  2. Our Story” (dalam bahasa Inggris). Badminton Oceania. Diakses 29 Oktober 2020.
  3. Peng Han Lim. “The Transformation and Development of Badminton as a Global Sport Dominated by
    Asian Players, Teams, Sponsors and Brands, 1893-2012: Multidisciplinary Perspectives ” (dalam bahasa Inggris). File PDF.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek