10 Jenis Cuka Dari Berbagai Belahan Dunia

oleh Gurunakal

Kamu tahu cuka, kan? Ya, cairan asam yang biasa digunakan dalam masakan ini sangat mudah diperoleh di warung-warung dan pasar. Makanan populer yang biasa menggunakan cuka sebagai penyedap rasa adalah acar, bakso dan pempek. Nah, di bawah ini akan dibahas beberapa jenis cuka yang biasa digunakan di dapur-dapur.

Kita mungkin hanya mengenal satu jenis cuka saja, yaitu cuka putih atau cuka masak. Namun ternyata jumlah cuka itu lusinan loh. Jenis cuka yang paling umum ditemukan di dapur-dapur Indonesia biasanya adalah cuka putih dan cuka apel. Dan mungkin hanya beberapa saja yang menggunakan cuka lainnya.

Cuka dapat dibuat dari hampir semua makanan yang mengandung gula alami. Ragi memfermentasi gula-gula ini menjadi alkohol, dan beberapa jenis bakteri mengubah alkohol itu untuk kedua kalinya menjadi cuka.

Asam asetat lemah tetap ada setelah fermentasi kedua ini. Asam asetat sendiri adalah yang memberi cuka rasa asam yang berbeda (mulai dari yang ringan hingga yang kuat).

Penasaran dengan jenis-jenis cuka yang ada di dunia? Ayo langsung saja dapatkan beberapa potong informasinya di bawah ini.

1. Cuka Putih

Cuka Putih

Apakah kamu pernah makan bakso? Jika ya pasti kenal dengan cuka putih yang biasa dipergunakan oleh pedagang bakso. Cuka bening ini adalah jenis cuka yang paling umum di dapur-dapur. Kamu bisa membeli cuka ini dengan mudah dan terjangkau di warung atau di pasar.

Cuka putih dibuat baik dari etanol berbasis biji-bijian atau asam asetat yang diproduksi di laboratorium dan kemudian diencerkan dengan air. Rasa cuka ini agak lumayan kuat untuk sebagian besar penggunaan memasak, tetapi hal itu bagus untuk pengawetan makanan atau pembersihan peralatan di dalam rumah.

2. Cuka Sari Apel

Cuka Sari Apel

Ini adalah jenis cuka kedua yang paling umum ditemukan di dapur-dapur. Cuka yang berwarna cokelat muda ini yang terbuat dari sari apel yang difermentasi. Cuka sari apel umumnya digunakan untuk salad, dressing, marinade, bumbu penyedap, dan sebagian besar kebutuhan cuka umum.

Selain bagi makanan, cuka sari apel juga dapat bermanfaat bagi kesehatan loh, seperti mampu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung, membantu menurunkan berat badan dan mengurangi lemak perut, menurunkan kadar gula darah dan melawan diabetes, dan sebagainya.

3. Cuka Anggur

Cuka Anggur

Jenis cuka ini mungkin jarang ditemukan di Indonesia. Cuka beraroma ini dibuat dari campuran anggur merah atau anggur putih dan umum ditemukan di benua Eropa, terutama Jerman. Kualitas anggur asli sangat menentukan seberapa baik cuka tersebut.

Cuka anggur yang lebih baik dibuat dari anggur yang baik dan berumur beberapa tahun atau lebih di tong kayu. Hasilnya adalah rasa yang lebih sarat, lebih kompleks, dan lembut.

4. Cuka Balsamic

Cuka Balsamic

Ada dua jenis cuka yang populer dan beraroma ini, yaitu balsamic tradisional dan komersial. Sebuah badan semi pemerintahan di Modena, Italia (tempat kelahiran cuka balsamic), mengatur produksi cuka balsamic tradisional.

Cuka balsamic tradisional adalah makanan artisanal (dibuat dengan tangan menggunakan metode tradisional oleh pengrajin terampil) yang memiliki sejarah panjang dan kebiasaan yang berkembang dengan baik untuk membuatnyanya.

Cuka balsamic yang berkualitas tinggi hanya dapat dibuat oleh perajin berpengalaman yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membuat cuka yang dengan sabar mengamati dan mempelajarinya.

Anggur trebbiano putih yang manis dan lezat yang ditanam di wilayah utara Italia dekat Modena bahan dasar cuka balsamic terbaik dan satu-satunya di dunia. Cuka balsamic tradisional biasanya berumur 6 hingga 25 tahun.

Sedangkan cuka balsamic komersial dibuat tidak dengan metode tradisional. Umumnya cuka ini diproduksi di Modena, Italia, tetapi ada juga yang diproduksi di luar Italia.

Cuka balsamic komersial tidak mempunyai segel Konsorsium Produsen Cuka Balsamic Tradisional Modena karena tidak diproduksi sesuai dengan peraturan ketat Konsorsium.

Produksi cuka balsamic komersial tidak memiliki batasan geografis atau aturan untuk panjang atau metode penuaan serta tidak memiliki persyaratan-persyaratan lain yang harus dipatuhi dalam membuat cuka balsamic tradisional.

5. Cuka Beras

Cuka Beras

Cuka yang berasal dari Jepang ini memiliki warna yang bening atau kuning pucat. Cuka beras sangat penting dalam proses pembuatan sushi. Cuka ini dibuat dari gula yang ditemukan dalam beras, dan hasil akhir yang berumur dan disaring memiliki rasa yang ringan, bersih, dan lembut.

Cuka beras juga datang dalam varietas merah dan hitam di mana hal itu sangat populer di Tiongkok. Keduanya memiliki rasa yang lebih kuat dari jenis cuka beras bening (sering disebut putih) atau kuning pucat.

Rasa cuka beras merah adalah kombinasi manis dan asam, sedangkan cuka beras hitam memiliki rasa yang kuat dan hampir berasap.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek