Jenis-jenis Beras yang Menarik untuk Diketahui

oleh Gurunakal

Beras adalah makanan pokok di banyak negara, khususnya di Asia seperti Indonesia, India, Thailand, Jepang, Korea, dan Tiongkok. Beras juga dikonsumsi di berbagai belahan dunia lainnya sebagai salah satu sumber karbohidrat yang paling disukai. Di bawah ini akan dibahas singkat jenis-jenis beras yang umum di pasaran.

Jenis-jenis Beras

Apakah varietas beras di suatu negara dan negara lainnya sama? Tentu saja tidak. Setiap negara memiliki varietas beras masing-masing. Menurut Asosiasi Beras (Rice Association), setidaknya ada lebih dari 40.000 varietas beras atau padi yang dibudidayakan di dunia.

Selain itu, lebih dari 90.000 sampel beras yang ditanam dan tumbuh liar tersimpan di International Rice Gene Bank. Mereka digunakan sebagai bahan penelitian oleh para peneliti di seluruh dunia.

Varietas beras dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu beras berbiji/berbulir panjang (long grain), beras berbiji sedang (medium grain), dan beras berbiji pendek (short grain).

Beras Berbiji Panjang

Beras berbiji panjang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis beras, yaitu:

1. Beras Berbiji Panjang Serbaguna

Jenis beras panjang serbaguna umumnya diproduksi di negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Suriname, dan Guyana. Mereka adalah eksportir utama beras ini. Di Asia, India (disebut dengan patna) dan Thailand adalah salah satu negara yang juga penghasil beras panjang serbaguna.

Beras panjang serbaguna dapat digunakan untuk semua gaya memasak. Ini adalah beras yang berbentuk butiran tipis yang panjangnya sekitar 4-5 kali lebarnya. Saat dipanen beras ini dikenal dengan sebutan beras kasar atau paddy/padi.

Beras jenis ini mengalami teknik penggilingan yang berbeda untuk menghasilkan jenis beras yang berbeda yang cocok untuk penggunaan yang berbeda-beda.

2. Beras Berbiji Panjang Reguler

Beras panjang reguler adalah salah satu jenis beras paling populer karena memiliki citarasa yang halus. Beras ini digiling untuk menghilangkan lapisan sekam dan dedak sehingga kernel yang tersisa menjadi ramping dengan panjang 4-5 kali lebarnya.

Saat dimasak biji-biji beras ini akan terpisah untuk memberikan efek lembut yang menarik. Beras ini juga terbilang sangat serbaguna dan umumnya digunakan untuk berbagai hidangan-hidangan bercitarasa gurih, terutama dalam masakan Tiongkok.

3. Beras Berbiji Panjang yang Mudah Dimasak

Beras ini memiliki rasa yang sedikit lebih sarat daripada beras putih biasa atau reguler. Jika gabah beras putih biasa digiling langsung dari ladang, maka gabah beras panjang yang mudah dimasak (bahasa Inggris: easy cook [parboiled] long grain rice) dikukus dahulu sebelum siap digiling.

Proses pengukusan ini akan mengeraskan biji-biji beras sehingga mampu mengurangi kemungkinan over-cooking. Hal ini juga membantu mempertahankan sebagian besar kandungan vitamin dan mineral alami yang ada di lapisan-lapisan gilingnya.

Saat masih mentah beras jenis ini memiliki warna emas, tetapi berubah putih setelah dimasak. Beras ini dapat digunakan dalam hidangan yang sama seperti beras berbiji panjang biasa.

4. Beras Berbiji Panjang Merah

Beras ini memiliki rasa kacang yang khas. Beras merah umumnya hanya melewati proses penggilingan minimal, yang menghilangkan sekam tetapi mempertahankan lapisan dedak. Oleh karena itu, beras jenis ini lebih banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat daripada beras putih biasa atau beras yang mudah dimasak.

Biji-biji beras tetap terpisah ketika dimasak seperti butiran beras putih panjang, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk membuatnya lunak. Beras berbiji panjang merah yang dimasak memiliki tekstur kenyal, yang disukai oleh banyak orang. Beras jenis ini juga tersedia dalam bentuk yang mudah dimasak.

5. Beras Berbiji Panjang dengan Ciri Khas

Jenis-jenis beras yang masuk kategori ini adalah beras aromatik, risotto, beras ketan dan beras puding. Beras-beras ini sering ditanam, dimasak dan dikonsumsi di lokasi yang sama. Itu artinya beras khusus ini bersifat sentral untuk wilayah geografis tertentu saja.

Salah satu beras kelas satu yang digolongkan sebagai beras berbiji panjang dengan ciri khas adalah beras aromatik. Beras ini mengandung bahan alami 2-acetyl 1-pyroline, yang membuat rasa dan aromanya harum. Kualitas aroma dari beras aromatik dapat berbeda dari satu tahun panen ke tahun panen berikutnya.

Beras aromatik terbaik biasanya adalah yang sudah berumur tua (sangat matang) sehingga menghasilkan aroma yang lebih kuat. Beberapa beras yang masuk varietas aromatik adalah beras basmati dan melati. Contoh beras lokal Indonesia yang beraroma harum adalah beras pandan wangi (tapi bentuknya agak bulat).

  • Beras Basmati

Beras aromatik dengan butiran yang sangat panjang dan ramping ini tumbuh terutama di kaki pegunungan Himalaya di India dan Pakistan. Beras ini memiliki citarasa dan aroma yang harum dan merupakan beras yang biasa digunakan dalam masakan India.

Butir beras ini akan terpisah dan mengembang saat dimasak. Dalam resep masakan India, beras basmati sering dimasak dengan rempah-rempah untuk meningkatkan sifat aromatiknya. Basmati dalam bentuk yang mudah dimasak dan beras basmati coklat juga tersedia.

Beras basmati coklat memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dan aromanya bahkan lebih kuat daripada beras basmati putih.

  • Beras Melati

Ini adalah jenis beras aromatik lainnya meskipun rasanya sedikit kurang menonjol dari beras basmati. Beras melati berasal dari Thailand sehingga disebut juga dengan nama beras wangi Thailand atau beras lengket Thailand.

Beras ini memiliki tekstur yang lembut dan sedikit lengket saat dimasak dan umumnya dihidangkan dengan makanan Tionghoa dan Asia Tenggara.

Beras Berbiji Medium

Di Eropa, jenis-jenis beras berbiji medium atau sedang biasanya dikaitkan dengan risotto karena bertekstur creamy ketika dimasak.

Beras jenis ini juga sangat cocok untuk dijadikan puding, makanan penutup, dan hidangan lain yang menggunakan cairan dalam metode memasak. Berikut adalah beberapa contoh beras berbiji medium.

1. Arborio

Nama beras ini diambil dari nama kota di Piedmont, Italia. Butiran beras arborio berbentuk oval dan berwarna putih susu. Biji beras ini memiliki kandungan amilosa yang tinggi, yang berarti mereka melepaskan pati yang cukup besar selama dimasak. Hal itu menciptakan karakteristik krim yang ideal untuk risotto.

2. Carnaroli

Beras ini tumbuh di kawasan Italia utara. Beras carnaroli memiliki kandungan pati yang lebih tinggi dan biji-bijian yang lebih kuat. Carnaroli adalah pilihan utama bagi banyak orang Italia saat menyiapkan risotto.

Kandungan amilosa yang sangat tinggi pada beras ini membantunya mempertahankan bentuk seraya memberikan karakteristik krim yang kaya yang terkait dengan risotto.

3. Vialone Nano

Beras yang ini tumbuh di Provinsi Verona, Italia. Vialone nano adalah beras risotto lainnya yang populer, yang mampu mempertahankan bentuknya selama dimasak dan memberikan tekstur risotto yang kental.

Setelah diberikan Indikasi Geografis yang Dilindungi oleh UE (Uni Eropa), beras ini hanya boleh ditanam di 24 kota di Verona.

4. S. Andrea

Ini adalah salah satu varietas beras risotto Italia yang lebih baru. Beras s. andrea memiliki ukuran biji-bijian yang lebih kecil daripada beberapa varietas tradisional dan merupakan varietas yang mudah dimasak.

Kandungan amilosa yang tinggi pada beras ini membuatnya ideal untuk risotto. Beras ini juga dapat digunakan dalam hidangan dari beras lainnya seperti puding.

5. Carolina

Varietas beras carolina ditanam di tiga wilayah di Portugal. Beras carolino umumnya tetap kukuh dan empuk saat dimasak, menyerap rasa dan warna, dan cocok dibuat saus krim. Hal ini membuatnya ideal untuk pengolahan masakan semur, hidangan berbasis tomat dan ikan / makanan laut yang umum dalam masakan Portugis.

Beras Berbiji Pendek

Jenis-jenis beras berbiji pendek memiliki bentuk yang hampir bulat dan biasanya lembab saat dimasak, memberikan tekstur ketan yang sempurna untuk hidangan penutup dan puding. Beras ini biasa digunakan untuk membuat sushi di Jepang.

1. Bomba

Ini adalah beras berbiji pendek yang ditanam di berbagai daerah di Spanyol, terutama di Valencia dan Delta del Ebro. Bomba dapat menyerap cairan sebanyak tiga kali volumenya, tetapi hanya memuai dalam bentuk lebarnya saja.

Karakteristik beras ini membuatnya sangat cocok untuk hidangan nasi seperti paella, tetapi juga biasa digunakan dalam sup.

2. Originario

Dengan biji-bijian pendek dan bundar, beras yang berasal dari Italia ini memiliki kapasitas penyerapan yang tinggi yang membuatnya ideal untuk sup, hidangan yang dimasak dalam oven, puding beras, kue beras, dan makanan penutup lainnya.

3. Beras Sushi Jepang

Pernah merasakan sushi? Nah, beras yang digunakan dalam membuat sushi umumnya adalah beras sushi Jepang. Beras ini berwarna putih dengan bentuk yang pendek dan bulat.

Beras ini melepaskan beberapa jumlah pati saat dimasak dan rasanya agak manis, sangat cocok untuk sushi. Beras ketan ini membutuhkan lebih sedikit air untuk memasaknya daripada jenis beras yang lain.

Nah, itulah jenis-jenis beras dan varietasnya yang perlu kita ketahui. Indonesia sendiri memiliki banyak varietas beras unggulan, seperti beras pandan wangi, beras rojolele, beras setra ramos, beras mentik wangi, dan lain sebagainya.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek