22 Jenis Susu yang Terdapat di Pasaran Dunia

oleh gurunakal.com

Artikel ini membahas jenis-jenis susu berdasarkan kandungan lemak dan proses produksinya serta susu berdasarkan asalnya (susu hewani dan susu nabati).

Di dunia ini terdapat banyak jenis susu dengan kandungan lemak yang berbeda-beda. Hal ini dibuat agar semua orang  dengan kondisi tubuh yang berbeda-beda dapat menikmati susu tanpa perlu khawatir bentrok dengan diet masing-masing.

Selain masalah lemak dan kandungan gizinya, beberapa jenis susu juga diproduksi dengan proses yang berbeda-beda dengan tujuan penggunaan yang lebih luas.

Adapun dari asal usulnya, susu dapat dibedakan menjadi dua bagian utama, yaitu susu hewani dan susu nabati. Sapi adalah hewan penghasil susu hewani utama di dunia. Sementara itu, susu nabati umumnya diproduksi dari biji-bijian.

Susu Berdasarkan Kandungan Lemak dan Proses Produksi

Berikut adalah jenis-jenis susu yang perlu diketahui berdasarkan kandungan lemak dan gizi serta proses pembuatannya.

1. Susu Murni

Susu Murni

Susu murni kemasan
Sumber: Wikimedia Commons

Ini adalah jenis susu yang biasa dikonsumsi dengan kandungan lemak berkisar antara 3,25% dan 3,5%.  Alasan utama mengapa disebut susu murni adalah karena susu ini relatif lebih murni daripada kebanyakan jenis susu lainnya, dan juga karena kandungan lemaknya.

Beberapa mengungkapkan kalau susu murni adalah susu sapi yang belum diproses. Meskipun dipasteurisasi dan bahkan mungkin dihomogenisasi, rasio lemak terhadap susu dalam susu murni sama dengan susu mentah.

Dalam satu gelas susu murni kira-kira mengandung sekitar 150 kalori, dengan jumlah rata-rata lemaknya adalah 8 gram. Soal rasa, susu murni dianggap lebih kental, creamy, dan kaya.

Penjual susu murni sering ditemukan di pinggir-pinggir jalan (utamanya di kota-kota besar) dan mereka umumnya beroperasi di malam hari. Selain menawarkan susu murni tawar, penjual juga biasanya menawarkan susu murni dengan berbagai varian rasa yang lezat.

2. Susu 2%

Susu 2%

Susu 2% adalah sebutan untuk jenis susu yang kandungan lemaknya dikurangi hingga berjumlah 2% dari total berat susu. Dalam segelas susu 2% kira-kira terkandung 120 kalori, 5 gram lemak, dan 8 gram protein. Susu ini memiliki rasa yang ringan dan tidak terlalu kuat serta tidak sekental susu murni.

Dalam produksinya, susu 2% mengalami proses pembuangan lemak di mana lemak berlebih dibuang dari susu. Meskipun demikian, jenis susu ini tetap memiliki nutrisi-nutrisi esensial yang sama dengan jenis susu lainnya. Susu 2% sepertinya jarang atau bahkan tidak dijual di pasaran Indonesia.

3. Susu Rendah Lemak

Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak adalah jenis susu dengan kandungan lemak hanya 1%. Mengkonsumsi susu ini berarti tubuh hanya menerima sedikit lemak jenuh yang selanjutnya membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Karena jumlah lemaknya yang sedikit, susu ini cocok diminum oleh mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Dalam produksinya, susu rendah lemak mengalami proses yang disebut dengan “sentrifugasi” yang mengacu pada pembuangan lapisan lemak yang terdapat pada susu yang belum diproses. Gumpalan krim dan lemak yang dibuang ini menghasilkan susu yang lebih encer dengan warna putih buram.

Susu rendah lemak dapat ditemukan dengan mudah di supermarket-supermarket dengan berbagai merk yang berbeda. Jenis susu yang ini biasanya digunakan dalam berbagai minuman dan hidangan makanan, seperti kue, puding, dan minuman susu rendah kalori.

4. Susu Bebas Lemak (Susu Skim)

Susu Bebas Lemak atau Skim

Susu bebas lemak atau susu skim adalah jenis susu yang mengandung lemak dalam jumlah yang sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Dalam satu gelas susu skim terkandung 80 kalori dengan sembilan nutrisi, termasuk 8 gram protein berkualitas tinggi yang tetap utuh.

Karena kandungan lemaknya 0 gram alias tidak ada, susu ini lebih encer dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Seperti namanya, susu ini melewati proses “skimming” yang mengacu pada pembuangan krim dari susu. Ini adalah pilihan yang sangat baik bagi orang yang mencoba menurunkan berat badan dan memilih untuk diet yang lebih sehat.

5. Susu Organik

Susu Organik

Susu organik adalah susu yang berasal dari sapi-sapi yang tidak diberi hormon tambahan dan diproduksi oleh peternak sapi perah yang hanya menggunakan pestisida dan pupuk organik.

Sapi-sapi penghasil susu organik mendapatkan 30 persen dari makanannya dari padang rumput. Mereka tidak diberi makan hormon reproduksi atau hormon pertumbuhan dan tidak diberi antibiotik apa pun. Proses yang lebih natural ini pada akhirnya menghasilkan susu sapi yang organik.

Nilai gizi susu ini hampir sama dengan susu standar sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal nutrisi dan manfaat kesehatan yang diberikan oleh susu organik.

6. Susu Mentah

Susu Mentah

Sumber: Millhorn Farmstead

Ini adalah jenis susu langsung dari sapi yang tidak dipasteurisasi atau yang belum dihomogenisasi. Susu mentah juga dapat berasal dari berbagai hewan ternak lainnya, seperti kerbau, domba, unta, sapi, dan kambing.

Ada orang yang pro dan kontra dengan susu mentah. Yang pro berpendapat bahwa susu mentah adalah jenis susu ‘sempurna’ yang tidak mengandung zat aditif atau pengawet berbahaya serta semua asam amino, protein, mineral, dan vitaminnya benar-benar utuh.

Sedangkan mereka yang kontra berpendapat bahwa susu mentah yang tidak dipasteurisasi dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan terutama karena susu tersebut mungkin mengandung kuman, bakteri, dan virus berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.

Di Amerika Serikat susu mentah tidak tersedia secara luas untuk pembelian karena undang-undang federal yang melarang distribusinya melintasi batas negara, serta masalah keamanan yang diuraikan oleh lembaga pemerintah termasuk USDA (Kementrian Pertanian Amerika Serikat).

7. Susu Bebas Laktosa

Susu Bebas Laktosa

Susu bebas laktosa adalah jenis susu yang laktosanya dibuang. Laktosa sendiri adalah sejenis gula alami yang terkandung dalam susu yang tidak dapat dicerna oleh tubuh banyak orang. Jadi, susu ini cocok dikonsumsi oleh mereka yang alergi dengan laktosa.

Susu bebas laktosa diproduksi dengan cara menambahkan laktase ke susu biasa. Lactase pada dasarnya adalah enzim yang membantu memecah laktosa dalam tubuh. Menambahkan laktase ke dalam susu tidak akan mempengaruhi rasa, nilai gizi, atau tekstur susu.

Sama seperti susu normal, susu bebas laktosa juga mengandung semua mikronutrien penting seperti fosfor, kalsium, dan vitamin B12. Terdapat sekitar 8 gram protein dalam satu gelas 240 ml susu bebas laktosa. Produk susu ini dapat dibeli dengan mudah di supermarket atau di pasar.

8. Susu Berasa

Susu Berasa

Ini adalah jenis susu paling populer di kalangan anak-anak dan orang dewasa. Susu berasa merupakan minuman susu manis yang biasanya terdiri dari susu, gula, dan pewarna makanan alami atau buatan. Susu rasa coklat merupakan salah satu susu berasa yang paling populer, diikuti dengan susu rasa strawberry, susu rasa pisang, dan buah-buahan lainnya.

Susu berasa sangat mudah ditemukan di banyak tempat, baik di kota maupun di desa. Jenis susu ini umumnya dijual dalam kotak minuman sekali minum dan tersedia dalam berbagai ukuran.

Seperti jenis susu lainnya, susu berasa juga kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tetap sehat, seperti kalsium, kalium, dan Vitamin D.

Selain rasanya yang lezat dan siap minum, susu berasa juga memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan dengan susu biasa karena biasanya susu tersebut dipasteurisasi menggunakan teknologi Ultra-High Temperature (UHT). Meskipun demikian, susu berasa yang kemasannya telah terbuka harus segera dihabiskan karena bisa cepat basi.

9. Susu Full Cream

Susu Full Cream

Susu full cream adalah salah satu jenis susu dengan kandungan lemak yang tinggi, sehingga memberikan rasa dan tekstur yang paling creamy dibandingkan dengan susu jenis lain yang memiliki persentase lemak lebih rendah.

Istilah susu full cream juga digunakan untuk susu yang memiliki kandungan lemak yang sama dengan susu murni, suatu karakteristik yang membuat kedua jenis susu ini sangat mirip. Susu ini berasal dari kelenjar susu di sebagian besar mamalia yang menjadikannya minuman yang sangat bergizi bagi semua orang, terutama anak-anak.

Dalam 100 ml susu full cream kira-kira terdapat 3,3 gram protein, 4,7 gram karbohidrat, dan 3,9 gram lemak. Sedangkan jumlah kalori yang disediakannya adalah 66,9 kkal, membuatnya menjadi pilihan yang bagus bagi mereka yang hitung-hitungan soal kalori dan mencoba diet sehat.

10. Susu yang Diultrafiltrasi

Susu yang Diultrafiltrasi

Ini adalah jenis susu yang biasanya diproduksi dengan cara disaring melalui membran berpori tipis yang memungkinkan kandungan susu dipisahkan. Proses filtrasi atau penyaringan ini memungkinkan produk akhir memiliki lebih banyak kalsium dan protein dan lebih sedikit kandungan gula dan laktosa.

Selain itu, ultrafiltrasi memungkinkan air dan molekul laktosa kecil melewati membran sementara protein tertinggal. Satu gelas susu yang telah diultrafiltrasi diyakini mengandung 6 gram gula, 13 gram protein, dan 370 miligram kalsium. Tekstur susu ini dikatakan lebih kental dari susu biasa dengan kandungan gula yang lebih sedikit gula daripada susu rasa biasa.

11. Susu Evaporasi

Susu Evaporasi

Di beberapa negara susu ini sering disebut sebagai susu kental tanpa pemanis. Susu evaporasi pada dasarnya adalah susu kaleng yang sekitar 60 persen kandungan airnya dihilangkan. Air dibuang dari susu segar dengan cara dididihkan di atas api kecil.

Susu kemudian melalui proses homogenisasi yang memungkinkannya untuk mengintegrasikan semua molekul lemaknya secara bersamaan yang memberikan masa simpan lebih lama. Proses memanaskan susu yang secara perlahan ini menghasilkan produk akhir yang sangat kental, kaya, dan lembut yang seringkali memiliki rasa ringan yang mirip karamel.

Kandungan lemak pada susu evaporasi tergolong sangat rendah lemak namun tetap mempertahankan krimnya. Hal ini membuat susu jenis ini sering menjadi pengganti krim yang sangat populer dalam berbagai hidangan.

12. Susu Kental Manis (SKM)

Susu Kental Manis

Siapa di sini yang tidak tahu susu kental manis atau SKM? Ini adalah jenis susu yang sangat mirip dengan susu evaporasi mengingat bagaimana air dari susu sapi dihilangkan untuk menghasilkan susu kental manis. Proses ini pada akhirnya menghasilkan susu yang sangat padat dan lembut.

Meskipun salah satu jenis susu, SKM sebenarnya sangat berbeda dari jenis susu biasa dalam hal rasa, tekstur, dan kekentalan. SKM memiliki rasa yang sangat manis, warna lebih gelap dengan tekstur dan kekentalan yang lebih kental dan creamy.

Perbedaan lain antara susu evaporasi dan SKM adalah ditambahkannya gula pada SKM sebagai pengawet untuk meningkatkan masa simpannya. Karena masih terbuat dari susu sapi, bagaimanapun, SKM tetap mengandung lemak dan nutrisi penting seperti protein, kalsium, dan vitamin B12 .

Karena rasanya yang sangat manis, SKM umumnya digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan dan minuman manis.

Bagaimana dengan kabar yang beredar kalau SKM di Indonesia bukan termasuk produk susu? Hal ini di luar jangkauan penulis karena belum tahu bagaimana SKM yang selama ini beredar dan digunakan oleh masyarakat diproduksi.

Kabarnya SKM yang umum dijual di toko-toko tidak boleh di sebut SKM, tetapi cukup kental manis saja. Sudah jelas, kan?

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek