Jenis Layar HP Beserta Teknologi Jaringan

oleh gurunakal.com

Dari waktu ke waktu, perkembangan teknologi layar HP terus mengalami peningkatan. Kini banyak orang dapat menikmati banyak HP dengan kualitas layar yang mumpuni, tajam, jelas, pokoknya nyaman dipandang mata. Ada kualitas ada harga, hal ini juga terjadi pada layar HP.

Terdapat beberapa jenis layar HP yang digunakan di dunia. Setiap jenis layar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misal, ada jenis layar HP yang tidak menguras banyak daya dan ada juga yang mendukung teknologi layar lipat yang keren.

Sama halnya dengan teknologi jaringan yang digunakannya. Dari waktu ke waktu muncul teknologi atau generasi baru jaringan telepon seluler. Berikut adalah bahasan singkat mengenai jenis layar HP dan teknologi selulernya.

Jenis-jenis Layar HP


Di bawah ini adalah paparan singkat mengenai beberapa jenis layar HP yang ada di dunia.

1. LCD (Liquid Crystal Display)

Monitor LCD | Jenis Layar HP

Gambaran monitor LCD
Sumber: Needpix.com

Kita semua pasti sudah mengenal layar berjenis LCD. Tidak hanya digunakan pada HP, LCD juga digunakan pada banyak perangkat elektronik lainnya, seperti laptop, tablet, dan televisi.

Jenis layar HP yang ini umumnya dikenal karena konsumsi dayanya yang rendah, mampu menampilkan kualitas gambar yang baik serta tingkat keterbacaan yang mudah, bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Elemen terkecil dari gambar yang ditampilkan pada layar LCD adalah piksel. Setiap piksel biasanya terdiri dari lapisan molekul yang disejajarkan antara dua elektroda transparan dan dua filter polarisasi.

Layar LCD ternyata memiliki turunan jenis-jenis layar hp lainnya, seperti STN, TFT, dan TFD. Berikut adalah sedikit penjelasannya:

  • STN adalah singkatan dari Super Twisted Nematic. Istilah ini merujuk pada teknologi LCD matriks pasif di mana molekul LC-nya diputar lebih dari 90 derajat di antara kedua polarisasi. Kelebihan layar STN adalah biasa produksi yang rendah, konsumsi daya yang rendah, tetapi kualitas gambarnya juga rendah.
  • TFT adalah singkatan dari Thin-Film Transistor. Generasi pengguna ponsel jadul Nokia pasti mengenal baik jenis layar LCD ini. Dibandingkan dengan STN, layar TFT mampu menghadirkan kualitas gambar dan waktu respon yang lebih baik, tetapi jenis layar ini lebih mahal dan lebih banyak mengkonsumsi daya.
  • TFD adalah singkatan dari Thin Film Diode. Ini adalah jenis LCD lainnya yang lebih ditingkatkan. Layar TFD memiliki kualitas gambar yang sangat baik dan respon yang cepat seperti layar TFT, juga ditunjang dengan konsumsi daya dan biaya pembuatan yang rendah seperti halnya layar STN.

Ketiga jenis layar LCD ini memiliki sifat transmisif, reflektif, atau transflektif. Layar yang transmisif berarti menawarkan kualitas gambar yang lebih baik dalam kondisi cahaya rendah atau sedang.

Layar reflektif artinya mampu bekerja sangat baik dalam kondisi cahaya yang terang. Selanjutnya layar transflektif menggabungkan yang terbaik dari keduanya.

Catatan:

  • Layar LCD STN ada dua versi, yaitu versi hitam dan putih (STN itu sendiri) dan versi berwarna (CSTN, C untuk “Color“). Keduanya sama-sama digunakan pada perangkat-perangkat lower end.
  • TFT sama seperti TFD, yaitu LCD berteknologi matriks aktif. Ini berarti transistor terletak di sebelah setiap piksel, memungkinkannya untuk dihidupkan dan dimatikan secara individual.

2. IPS-LCD (In-Plane Switching Liquid Crystal Display)

Pada dasarnya layar LCD IPS adalah level yang lebih tinggi dari layar LCD TFT. Layar jenis ini mampu menyediakan sudut pandang yang lebih luas, reproduksi warna yang lebih baik (dibanding non IPS-LCD), serta konsumsi daya yang rendah. Oleh karena itu, smartphone dengan layar IPS biasanya memiliki masa pakai baterai yang lebih awet.

Karena harganya yang lebih mahal daripada LCD TFT, jenis layar HP yang satu ini umumnya hanya digunakan pada smartphone di kelas menengah ke atas. Mayoritas brand-brand smartphone ternama dunia telah membenamkan teknologi layar IPS-LCD pada banyak smartphone unggulan mereka.

3. OLED (Organic Light-Emitting Diode)

TV layar OLED | Jenis Layar HP

TV layar OLED Samsung
Sumber: Wikimedia Commons

Layar jenis ini biasanya dipergunakan hanya pada smartphone-smartphone premium. Layar OLED sendiri adalah sebuah teknologi layar yang terdiri dari titik-titik kecil polimer organik yang memancarkan cahaya ketika diisi dengan listrik, yang disebut-sebut sebagai layar smartphone terbaik di dunia.

Beberapa keunggulan layar OLED yang tidak dimiliki oleh layar LCD antara lain seperti bentuk yang lebih tipis, lebih ringan, lebih terang, konsumsi daya yang lebih rendah, sudut pandang yang lebih baik, kontras dan waktu untuk video dan animasi yang lebih unggul. Di sisi lain, layar LCD menawarkan keterbacaan yang lebih baik dalam cahaya sekitar yang terang.

Sama halnya dengan layar LCD, layar OLED juga memiliki klasifikasi layar lainnya, yaitu PMOLED (Passive-Matrix OLED) dan AMOLED (Active-Matrix OLED). Akan tetapi, yang paling banyak dikenal di antara keduanya adalah layar AMOLED.

4. AMOLED (Active-Matrix OLED)

Logo Samsung

Samsung, perusahaan yang disebut mengeluarkan AMOLED
Sumber: Wikipedia

Turunan dari layar OLED, layar AMOLED menggunakan mekanisme yang identik dengan layar PMOLED, tetapi jenis layar ini mendukung ukuran tampilan atau layar yang lebih besar.

Singkatnya layar PMOLED hanya dapat digunakan pada perangkat dengan ukuran layar hingga 3 inci, sedangkan layar AMOLED tidak memiliki batasan mengenai ukuran layar.

Layar AMOLED menggunakan transistor film tipis (TFT) yang menghidupkan / mematikan piksel individu. Hal inilah yang menghilangkan batasan ukuran layar sehingga AMOLED dapat digunakan untuk berbagai perangkat berlayar besar. Ini juga merupakan keunggulan AMOLED dibandingkan layar OLED.

Smartphone dengan panel AMOLED pastinya memiliki kualitas tampilan yang mumpuni dengan tingkat keterbacaan layar yang sangat baik di bawah sinar matahari langsung. Sayangnya, teknologi layar ini jarang ditemukan di smartphone-smartphone menengah ke bawah. Mahal guys.

5. S-AMOLED (Super-AMOLED)

Samsung Galaxy Note8 | Jenis Layar HP

Samsung Galaxy Note8 yang memakai teknologi layar Super-AMOLED

Penggunaan kata “Super” sebelum kata “AMOLED” tentu saja ada alasannya. Ini adalah teknologi layar yang lebih maju dari OLED maupun AMOLED. Meskipun pada kenyataanya sama, AMOLED dan Super-AMOLED benar-benar dapat dibedakan dari satu hal saja. Apakah itu?

Pada layar S-AMOLED, lapisan yang mendeteksi sentuhan (disebut dengan digitizer atau lapisan layar sentuh kapasitif / capacitive touchscreen) langsung tertanam di dalamnya. Sementara hal yang sama dibuat terpisah pada layar AMOLED.

Oleh karena itu, layar Super-AMOLED memiliki sedikit keunggulan dibandingkan dengan saudara tuanya, seperti:

  • Bentuk bisa lebih tipis karena teknologi layar (display) dan sentuhan (touch) berada pada lapisan yang sama.
  • Suplai daya yang kecil karena tidak menghasilkan panas sebanyak teknologi layar sebelumnya.
  • Layar lebih sensitif untuk disentuh serta menghasilkan kecepatan refresh yang lebih tinggi untuk membantu mempercepat waktu respons.
  • Refleksi cahaya berkurang karena tidak banyak lapisan, yang membuat tingkat keterbacaannya lebih mudah di luar ruangan dengan kondisi cahaya terang.

6. Retina

Layar Retina

Contoh tampilan Retina dari dekat
Sumber: Wikimedia Commons

Retina istilah pemasaran Apple yang tidak memiliki definisi konkret. Sederhananya, layar Retina adalah layar apa pun yang telah ditentukan pihak Apple untuk menyebutnya. Walaupun demikian, terdapat fitur yang membedakan Retina dari layar non-Retina.

Layar retina dikenal karena kehalusannya. Para pengguna iPhone di sini pasti merasakan hal ini. Bagian-bagian kecil seperti karakter yang ditulis pun terlihat lebih halus (lengkungan setiap karakter terlihat lebih nyata alias tidak bergerigi).

Istilah Retina juga memiliki klasifikasinya sendiri, seperti Retina HD, Super Retina HD, Liquid Retina HD, Retina 4K dan Retina 5K. Label Retina HD dan Super Retina HD pada beberapa smartphone Apple ditentukan oleh seberapa tinggi resolusi yang dimiliki oleh perangkat tersebut.

  • iPhone dengan layar Retina HD: iPhone 6 dan 6 Plus, iPhone 8 dan 8 Plus.
  • iPhone dengan layar Super Retina HD: iPhone X, XS, dan XS Max.

Liquid Retina HD

Lalu apa itu Liquid Retina HD? Ini adalah label baru yang dikeluarkan pada tahun 2018 untuk ponsel iPhone berlayar LCD pertama, yaitu iPhone XR. Apple berani mengatakan kalau Liquid Retina HD pada iPhone XR adalah layar LCD dengan warna paling akurat dibanding ponsel manapun.

Disebutkan bahwa perangkat tersebut memiliki rasio kecerahan dan kontras tinggi yang memungkinkannya menampilkan gamut warna yang luas, baik untuk video maupun foto HDR. Selain itu, smartphone itu memiliki True Tone yang menjamin keakuratan warna tidak peduli apa pun kondisi pencahayaan sekitarnya.

Retina 4K dan Retina 5K

Layar sebuah perangkat yang memiliki 4000 piksel secara horizontal disebut dengan layar 4K. Apple melabelkan istilah ini pada beberapa produk mereka yang demikian, seperti iMac 27 inci dengan 5120 piksel horizontal yang dirilis pada tahun 2014 (Retina 5K) dan iMac 21 inci (Oktober 2015) dengan resolusi horizontal 4096 piksel (Retina 4K). Cukup jelas, kan?

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek