15 Jenis Puisi Baru Beserta Contohnya

oleh Fitri Nurlaela

Halo semuanya, kali ini Gurunakal akan membahas sejumlah jenis puisi baru secara singkat beserta contohnya. Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk memperluas wawasanmu.

Jenis Puisi Baru

Sumber: Pixabay (Lisensi Creative Commons)

Pengertian Puisi Baru


Puisi baru atau puisi modern adalah jenis puisi yang tidak terlalu terikat kepada ketentuan jumlah baris, suku kata maupun rima. Hal ini membuat penulisan puisi baru lebih bebas dari puisi lama. Meskipun demikian, penulisan puisi baru masih mempertahankan penggunaan irama, bunyi dan isi.

Jenis Puisi Baru


Puisi baru memiliki banyak jenis. Salah satu yang paling populer adalah himne yang biasanya berisi pujaan yang ditujukan untuk Tuhan, pahlawan, dan Tanah Air. Berikut adalah 15 jenis puisi baru yang perlu diketahui.

1. Balada

Balada adalah puisi yang berisi cerita atau kisah. Berikut adalah contoh balada.

Judul: Gadis Kecil
Karya: Sapardi Djoko Damono

Ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis –
di pinggir padang, ada pohon dan seekor burung.


Judul: Pernah di Suatu Masa
Karya: Reka Yudha Mahardika

Di suatu masa, ketika mentari menjadi seorang raksasa berhati durjana
Bidadari bermata senja pernah meminta,
“tuan, berjanjilah engkau engkau akan mendatangiku
Ketika sayapmu sudah berjumlah dua tujuh
dan engkau akan terbang
membawaku
ke sangkar rimbun kata-kata ke langit kesepuluh”
tentu saja jani itu tak pernah aku lupa
bahkan kini
ketika Rahwana durjana
menjelma solah Ramayana bermata telaga
aku ingat sempat berkata, “aku akan mendatangimu”
bermasa-masa kemudian
ketika sajak-sajak mempertemukan
bidadari itu lantas berkata,
tepat ketika sayap ke dua tujuh
tumbuh di lengan
di saat kata-kata berpeluh
mencapai langit ke sepuluh
engkau salah tafsir
aku tidak hendak mendatangimu
tetapi meniadakanmu
dan kini, perlahan lelehan salju mulai membekukanku

(Yudha Mahardika, Reka. Percakapan, hlm 35)

2. Himne

Jenis puisi baru yang satu ini pasti sudah dikenal banyak orang. Himne sendiri merupakan puisi pujaan yang ditujukan untuk Tuhan, pahlawan, dan Tanah Air. Berikut adalah contoh himne.

Puisi pujaan yang ditujukan untuk Tuhan

Judul: Dalam Sembahyang 2
Karya: Heri Isnaini

Dalam setiap niat kusebut untukmu dalam
Setiap gerik kuikrarkan namamu
Dalam setiap napas kuhembuskan namamu

Takbirku, ruruku, sujudku
Dudukku, salamku
Hanya untukmu.

Tuhan, aku teramat mencintaimu
2016

(Isnaini, Heri. Ritus hujan, hlm 95)


Puisi pujaan yang ditujukan untuk pahlawan

Judul: Diponegoro
Karya: Chairil Anwar

Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati

MAJU

Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditinda
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang


Puisi pujaan yang ditujukan untuk Tanah Air

Judul: Apa Kabar Indonesia
Karya: Ika Mustika

Apa kabar Indonesia?
Semoga engkau tak sedang berduka
Setelah serang bom yang mengoyak jiwa

Apa kabar Indonesia?
Semoga engkau tetap bersahaja
Setelah serangan bom yang membabi buta

Indonesia, janganlah kau berduka
Indonesia, tetaplah bersahaja
Kami dengan seganap jiwa raga
Selalu ada dan tetap bangga
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa

(Muatika, Ika. Mustika 40, hlm 52.)

3. Ode

Ode yaitu puisi berbentuk sanjungan untuk orang-orang yang berjasa yang menggunakan nada atau irama yang sangat resmi, membahas kemuliaan. Berikut adalah contoh ode.

Judul: Teratai
Karya: Sanusi Pane

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga Zaman

4. Epigram

Epigram adalah puisi yang berisi ajaran atau tuntunan. Berikut adalah contohnya.

Judul: Nasihat Kake
Karya: Fitri Nurlaela

Kata Kakek…
Jangan jadikan perutmu sebagai kuburan.
Cirebon, Juli 2016

(Community, Eunoia. Antologi puisi 16 Cakah, hlm 1.)

5. Romansa

Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta dan kasih sayang. Berikut adalah contohnya.

Judul: Asmaraloka
Karya: Yulianti Nur Yastini

Kita menikmati jalanan berdua
Di bawah indahnya cakrawala
Menyusuri Bandung penuh suka
Bersama denganmu aku bahagia
Menikmati keramaian di Balai Kota
Bercengkrama memancarkan romansa
Saling berbagi cerita sambil tertawa
Bersamamu dunia terasa lebih bermakna
Terpesona pada Bandung di puncak kota
Caringin tilu menjadi saksinya
Lalu senja memancarkan jingga
Senyummu menyempurnakan cahayanya
Menikmati jalanan Braga sampai Asia Afrika
Genggamanmu terasa penuh mesra
Berdiri di sudut tempat sana
Tatapanmu mengalihkan segalanya
Bandung kini menjadi tempat terindah kita
Di bawah rembulan yang sedikit cahaya
Akhirnya kita mengikrarkan untuk bersama
Semoga saja kisah kita tidak sementara

(Community, Eunoia. Antologi puisi 16 Cakah, hlm 15.)

6. Elegi

Elegi adalah puisi tentang kesedihan. Berikut adalah contohnya.

Judul: Sakit
Karya: Alfa Mitri Suhara

Cinta datang dan pergi dengan tiba-tiba
Taukah datang dan pergi yang menyakitkan?
Ketika kita datang dengan dia dan dia mencintai kita
Namun tiba-tiba dia pergi dalam keacuhan

(Mitri Suhara, Alfa. Percakapan, hlm 4.)

7. Satire

Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritikan. Berikut adalah contohnya.

Judul: Malu Aku Jadi Orang Indonesia
Karya: Taufiq Ismail

Di negeriku yang didirikan pejuang religius
Kini dikuasai pejabat rakus
Kejahatan bukan kelas maling sawit melainkan permainan lahan duit

Di Negeriku yang dulu agamis
Sekarang bercampur liberalis sedikit komunis
Ulama ulama diancam karena tak punya pistol
Yang mengancam tinggal dor

Hukum hukum keadilan tergadai kepentingan politis
Akidah akidah tergadai materialistis

Aku hidup di negara mayoritas beragama Islam
Tapi kami tersudut dan terancam
Telah habis sabarku
Telah habis sabar kami

Pada presiden yang tak solutif Pada dewan dan majelis yang tak bermufakat
Pada semua bullshit yang menggema saat pemilu
Pada nafsu yang didukung asing dan aseng

Rakyat kelas teri tak berdosa pun digoreng
Kusaksikan keindahan negara yang menegakkan “khilafah”
Diceritakan hidup mereka sejahtera
Lalu ditanyai dari mana asalku.
Kusembunyikan muka
Tak kujawab aku dari Indonesia
Negara yang kini tumbuh benih

8. Distikon

Distikon adalah puisi yang terdiri dari atas dua baris pada setiap bait, biasanya berirama akhiran. Berikut adalah contohnya.

Judul: Kurcaci
Karya: Joko Pinurbo

Kata – kata adalah kurcaci yang muncul tengah malam
dan ia bukan pertapa suci yang kebal terhadap godaan.
Kurcaci merubung tubuhnya yang berlumuran darah,
sementara pena yang dihunusnya belum mau patah.

(Pinurbo, Joko. Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, hlm 2.)

9. Terzina

Terzina adalah puisi yang terdiri atas tiga baris pada setiap bait dengan rima a-b-a atau b-c-b. Berikut adalah contohnya.

Judul: Pokok Kayu
Karya: Sapardi Djoko Damono

“suara angin di rumpun bambu
dan suara kapak di pokok kayu,
adakah bedanya, Saudaraku?”
“jangan mengganggu,” hardik seekor tempua
yang sedang mengerami telur-telurnya
di kusut rambut Nuh yang sangat purba

(Sumber: ibid, hlm 38.)

10. Kuatrain

Kuatrain adalah puisi lima seuntai yang terdiri atas empat baris pada setiap bait. Berikut adalah contohnya.

Judul: MEMBACA-MENULIS-BERBICARA-MENYIMAK
Karya: R. Ika Mustika

Aku mengajakmu membaca tapi kau menolak
Kutawarkan kau yang mengajariku membaca
Kau malah mengajariku mengeja
Aku sudah paham cara mengeja

Aku mengajakmu menulis tapi kau menolak
Kutawarkan kau yang mengajariku menulis
Kau malah mengenalkan huruf-huruf
Aku sudah paham huruf-huruf

Aku mengajakmu berbicara tapi kau menolak
Kutawarkan kau yang mengajariku berbicara
Kau malah mengenalkan kata-kata
Aku sudah paham kata-kata

Aku mengajakmu menyimak tapi kau menolak
Kutawarkan kau yang mengajariku menyimak
Kau malah mengajariku mendengar
Aku sudah paham cara mendengar

Kau selalu mengajariku mengeja dan mengenal huruf-huruf
Padahal aku bisa membaca dan menulis
Kau selalu mengajariku mendengar dan mengenal kata-kata
Padahal aku bisa menyimak dan berbicara

(Muatika, Ika. Mustika 40, hlm 49.)

11. Kuint

Kuint adalah puisi lima seuntai yang terdiri atas empat baris pada setiap bait. Berikut adalah contohnya.

Judul: Rindu
Karya: Suryati

Kugoreskan setitik tinta hitamku
Melukiskan tentang bayanganmu serta kutuliskan kata rindu
Rindu yang selalu menggelitik setiap helai napasku
Bersama jiwaku tenggelam dalam keindahan bersamamu

Aku rindu senyumanmu yang seakan-akan menyimpan harapan
Yang menemani setiap malam sepiku
Segudang angan-anganku dan sejuta kata rindu untukmu
Tak mewakili perasaanku yang terukir dalam jiwaku

(Community, Eunoia. Antologi puisi 16 Cakah, hlm 33.)

12. Sektet

Sektet adalah puisi enam seuntai yang terdiri atas enam baris pada setiap bait. Berikut adalah contohnya.

Judul: Aku Lelah
Karya: Heri Isnaini

Salah tidak akan selalu
Berulang menjalin mimpi yang
Terkenang perbaiki semua
Dengan benang jadi pemenang
Pada malam
dan siang

(Isnaini, Heri. Ritus hujan, hlm 65.)

13. Septime

Septime adalah puisi yang terdiri atas tujuh baris atau puisi tujuh seuntai. Berikut adalah contohnya.

Judul: Jika
Karya: Alfa Mitri Suhara

Jika mata ini tak dapat memandang, biarkan hati yang melihat
Jika mulut ini tak dapat berkata-kata biarkan hati yang berbicara
Jika tangan ini tak dapat menggapai biarlah hati yang meraih
Jika kaki ini tak dapat melangkah biarlah hati yang berjalan
Tapi semua semu dan aku diam dalam bisu
Mungkin karena hati yang sudah mati
Dan kini aku harus sendiri

(Mitri Suhara, Alfa. Percakapan, hlm 5.)

14. Oktaf / Stanza

Oktaf atau stanza adalah puisi yang terdiri atas delapan baris. Berikut adalah contohnya.

Judul: Jalan Hidup
Karya: Aditya Permana

Lika-liku hidupku
Halangan dan rintangan
Tak patahkan semangatku
Secercah cahaya harapan
Membuat hatiku kuat
Ku hadang semua halangan
Ku lalui semua rintangan
Tuk dapatkan sebuah harapan

(Permana, Aditya. Percakapan, hlm 5.)

15. Soneta

Nama jenis puisi baru yang ini juga mungkin tidak asing di telinga sebagian orang Indonesia. Soneta sendiri merupakan puisi yang terdiri atas empat belas baris dan terbagi menjadi dua bait. Pada dua bait pertama masing-masing empat baris dan pada dua bait kedua masing-masing tiga baris. Berikut adalah contohnya.

Judul: Sonet: X
Karya: Sapardi Djoko Damono

siapa menggores di langit biru
siapa meretas di awan lalu
siapa mengkristal di kabut itu
siapa mengertap di bunga layu
siapa cerna di warna ungu
siapa bernafas di detak waktu
siapa berkelebat setiap kubuka pintu
siapa mencair di bawah pandangku
siapa terucap di celah kata-kataku
siapa mengaduh di bayang-bayang sepiku
siapa tiba menjemputku berburu
siapa tiba-tiba menyibak cadarku
siapa meledak dalam diriku
: siapa Aku (1968)

(Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, hlm 33.)

Referensi


  1. Edukatif, Tim (2016). Mahir Berbahasa Indonesia. Penerbit Erlangga.
  2. Community, Eunoia (2017). Antologi Puisi 16 Cakah. Sastra Harasi.
  3. Ismail, Taufik (2000). Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Yayasan Indonesia.
  4. Isnaini, Heri (2017). Ritus Hujan. Situ Seni.
  5. Mustika, Ika (2016). Mustika 40 Puisi. Penerbit Ombak.
  6. Siliwangi, STKIP (2016). Percakapan (Antologi puisi Dosen dan Mahasiswa). Asa Upi.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek