Karakteristik atau Ciri dari Teks Eksplanasi Ialah?

oleh Fitri Nurlaela

Halo semua, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Karakteristik atau ciri dari teks eksplanasi ialah?” Ayo baca bahasan singkat ini sampai tuntas agar pengetahuanmu semakin luas.


Setelah kamu memahami apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi dan struktur yang membangunnya, sekarang kamu perlu mengetahui ciri-ciri teks eksplanasi. Apa saja itu? Beberapa karakteristik atau ciri dari teks eksplanasi ialah sebagai berikut:

  1. Strukturnya terdiri atas pernyataan umum (gambaran awal tentang apa yang disampaikan), deretan penjelas (inti penjelasan apa yang disampaikan), interpretasi (pandangan atau simpulan);
  2. Topik yang diangkat berkaitan dengan fenomena, seperti fenomena alam, fenomena sosial, fenomena budaya, fenomena teknologi, dan fenomena politik;
  3. Menjelaskan alasan mengapa suatu fenomena dapat terjadi;
  4. Kausalitas berisi hubungan sebab-akibat suatu fenomena mengapa dan bagaimana terjadi;
  5. Informasi yang ditulis dalam teks eksplanasi berdasarkan fakta atau faktual;
  6. Ilmiah, membahas suatu fenomena yang bersifat keilmuan (sains) atau ilmu pengetahuan;
  7. Bersifat informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk mempercayai hal yang dibahas di dalam teks.

Selain tujuh ciri di atas, mungkin masih ada lagi ciri-ciri teks eksplanasi lain yang tidak disebutkan di sini. Jika kamu mengetahuinya, kamu bisa berbagi dengan yang lain di kolom komentar (jika kamu membuka halaman ini lewat Google Chrome seluler, kamu harus pergi ke halaman non-AMP untuk bisa meninggalkan komentar).

Sebagai informasi tambahan, berikut adalah beberapa contoh topik yang biasa dimuat dalam teks eksplanasi:

  • Fenomena alam: Gerhana matahari, proses terjadinya hujan, gempa bumi, tornado, tsunami, dll.
  • Fenomena sosial: Maraknya pengangguran, anak jalanan, pengemis, dll
  • Fenomena budaya: Hilangnya tradisi pertunjukan wayang orang / kulit saat acara pesta ulang tahun di Pulau Jawa, kebaya bukan lagi pakaian sehari-hari, dll.
  • Fenomena teknologi: Wartel (warung telepon) dan telepon umum koin sudah punah.
  • Fenomena politik: Korupsi yang merajalela.

Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena lain yang sering menjadi topik bahasan dalam teks eksplanasi.

Referensi


  1. Edukatif, Tim (2016). Mahir belajar Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  2. Suherli, dkk (2017). Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. File PDF.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek