Kemampuan Memutuskan Ekor yang Dimiliki Oleh Cicak Dinamakan?

oleh Gurunakal

Halo sahabat Gurunakal.com, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Kemampuan memutuskan ekor yang dimiliki oleh cicak dinamakan?”. Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk memperluas wawasanmu.


Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan binatang yang bernama cicak. Binatang seukuran jari orang dewasa ini bisa dipastikan hadir di banyak rumah orang-orang Indonesia. Mereka biasanya menempel di langit-langit atau dinding rumah untuk memangsa nyamuk dan serangga-serangga kecil lainnya.

Kemampuan Memutuskan Ekor yang Dimiliki Oleh Cicak Dinamakan

Contoh hewan (sejenis kadal) yang telah mengalami autotomi (maaf Gurunakal tidak menemukan gambar bebas autotomi cicak yang biasa ada di rumah-rumah kita)
Sumber: Flickr

Meski ukuran hewan ini kecil, namun sebagian orang akan menghindarinya karena merasa geli. Selain itu, cicak juga kadang-kadang buang air seenaknya dari langit-langit hingga mengenai bagian tubuh kita dan benda-benda yang kita pakai. Bukan tak apa, sebagai hewan pemangsa, kotoran cicak termasuk menjijikan (emang ada ya kotoran yang tidak menjijikan wkwk).

Keunikan Cicak


Cicak adalah hewan yang unik. Ketika dirinya merasa terancam, ia akan melakukan hal yang mengerikan, yaitu memutus ekornya sendiri. Dengan begitu, mereka memiliki harapan untuk lolos dari pemangsa. Nah, kemampuan memutuskan ekor yang dimiliki oleh cicak dinamakan autotomi.

Autotomi atau amputasi diri adalah kemampuan hewan tertentu untuk melepaskan bagian tubuh yang telah ditangkap oleh agen eksternal. Selain cicak, hewan-hewan lain yang memiliki kemampuan seperti adalah jenis-jenis tertentu dari cacing, salamander, dan laba-laba. Meskipun demikian, bagian tubuh yang telah dilepaskan kadang akan diregenerasi. Dengan demikian, hewan-hewan tersebut kembali memiliki ekor mereka.

Bagaimana Cicak Melakukan Autotomi?


Menurut Dr Mark Hutchinson yang merupakan seorang peneliti senior di Museum Australia Selatan, cicak dilahirkan dengan garis kelemahan di ekornya, yang secara teknis disebut bidang fraktur. Jika suatu titik pada ekor terpukul atau tertekan, otot-otot di sepanjang bidang fraktur menarik satu sama lain daripada merajut bersama – ini dikenal sebagai kejang otot refleks. Menariknya otot menyebabkan ekor jatuh di sepanjang garis kelemahan.

Dr Mark Hutchinson juga menjelaskan kalau autotomi ekor cicak telah mengalami perkembangan, sehingga ketika hewan tersebut tidak kehilangan darah ketika mengamputasi ekornya sendiri. Selanjutnya ekor baru akan tumbuh kembali selama enam bulan hingga satu tahun.

Bagaimana dengan kerangka ekornya? Kerangka ekor cicak yang hilang bersamaan dengan ekornya digantikan oleh batang tulang rawan dengan otot-otot baru yang tumbuh di sepanjang itu, menghasilkan ekor pengganti yang biasanya lebih pendek dan kurang berwarna dibandingkan dengan aslinya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, cicak bukanlah satu-satunya hewan yang memiliki kemapuan spesial ini. Dr Mark Hutchinson menyebutkan kalau ada lebih dari 200 spesies invertebrata (hewan yang tidak memiliki tulang belakang) yang mampu menggunakan autotomi untuk pertahanan diri.

Bahkan Dr Mark Hutchinson juga menyatakan kalau perilaku untuk pertahanan diri juga dapat ditemukan pada hewan mamalia. Sebagai contoh, tikus berduri Afrika diketahui dapat melepaskan kulit setelah ditangkap oleh predator, dan kemudian meregenerasi kulit yang hilang (folikel rambut, kelenjar keringat, bulu, tulang rawan dan semua) dengan sedikit atau tidak ada bekas luka.

Referensi


  1. Autotomy” (dalam bahasa Inggris). Encyclopædia Britannica. Diakses 29 Juli 2020.
  2. Hutchinson, Mark (11 Mei 2017). “How do lizards drop their tails?” (dalam bahasa Inggris). Australian Geographic. Diakses 29 Juli 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek