Kota yang Terkenal Dengan Julukan Kota Seribu Satu Malam Adalah?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Kota yang terkenal dengan julukan kota seribu satu malam adalah?” Ayo perluas wawasan sejarahmu dengan membaca seluruh isi bahasan yang menarik di bawah ini.


Jawaban untuk pertanyaan di atas sebenarnya pendek dan hanya terdiri dari satu kata, yaitu Baghdad. Ya, kota yang kini menjadi ibu kota negara Irak tersebut adalah kota yang mendapatkan julukan “Seribu Satu Malam”, setidaknya pada saat kota tersebut berada di masa kejayaannya.

Sekilas Tentang Seribu Satu Malam


Seribu Satu Malam | Kota yang terkenal dengan julukan kota seribu satu malam adalah

Sumber: Pixabay

Mengutip Wikipedia, Seribu Satu Malam atau dalam bahasa Arab ألف ليلة وليلة (alf lailah wa-lailah) merupakan sastra epik dari Timur Tengah yang lahir pada Abad Pertengahan.

Kisah-kisah dalam buku Seribu Satu Malam memiliki latar yang berbeda-beda, seperti Baghdad, Basrah, Kairo, Damaskus, hingga negeri-negeri lainnya di dunia.

Berbicara mengenai kota Seribu Satu Malam ini berarti kita membahas masa kejayaan umat Islam di masa lampau.

Mengapa? Karena kota Baghdad alias kota Seribu Satu Malam ini dibangun di masa Kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah di abad ke-8.

Kekhalifahan Abbasiyah sendiri adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad dari tahun 750 hingga 1258.

Wilayah kekuasaan mereka mencangkup sebagian Afrika Utara, Asia Barat, Asia Tengah, sebagian kecil Eropa dan sebagian kecil Asia Selatan.

Peta Kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah


Peta Kekuasaan Dinasti Abbasiyah | kota yang mendapat julukan kota seribu satu malam adalah

Sumber: Wikipedia

Perlu diketahui kalau abad pertama kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah adalah Zaman Keemasan Islam atau Golden Age of Islam.

Dari ketiga puluh tujuh khalifah Abbasiyah, tiga yang paling menonjol di antara yang lain adalah al-Mansur, Harun al-Rasyid dan al-Ma’mun.

Baghdad Pada Masa Khalifah al-Mansur


Khalifah al-Mansur diketahui sebagai pendiri dari Kekhalifahan Abbasiyah. Salah satu prestasi terbesar beliau adalah membangun Baghdad, kota The Arabian Nights atau kota Seribu Satu Malam yang terkenal.

Kota Baghdad sendiri dibangun di tepi Sungai Tigris yang merupakan pilihan dari sang khalifah itu sendiri. Kota ini disebutkan dibangun dalam waktu empat tahun oleh seratus ribu arsitek dan pekerja! Setelah pembangunan selesai, Baghdad kemudian dijadikan ibukota Kekhalifahan Abbasiyah.

Selain menjadi pusat pemerintahan, Baghdad mengalami perkembangan pesat hingga menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia. Orang-orang dari berbagai negara di dunia berdagang di kota ini. Mereka datang baik dengan karavan maupun kapal.

Barang-barang dagangannya pun bermacam-macam, mulai dari sutra dan porselen dari Tiongkok, rempah-rempah dan bahan pewarna dari India, batu rubi, batu mulia, dan kain halus dari Turki, madu dan bulu dari Rusia dan Skandinavia, hingga gading dari tanah Afrika.

Selain dari negara-negara luar, berbagai produk dagangan dari provinsi-provinsi terluar kekhalifahan juga mengalir ke Baghdad. Hasilnya Baghdad menjadi kota yang sangat kaya raya.

Selama berabad-abad, tidak ada kota lain di dunia yang mampu menandingi keindahannya, kecuali, mungkin, ibukota Kekaisaran Bizantium, Konstantinopel (Istanbul sekarang). Bahkan kemegahan kota ini tergambar dalam kisah fiksi Seribu Satu Malam yang sangat populer di dunia.

Baghdad Pada Masa Khalifah Harun al-Rasyid


Cucu Khalifah al-Mansur, Harun al-Rasyid menjadi khalifah dari tahun 786 hingga tahun 809. Era pemerintahan Harun, yang dilanjutkan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan Islam (The Golden Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.

Khalifah Harun al-Rasyid diketahui sangat senang belajar. Beliau sering memanggil para sarjana ke istananya dan membayar mereka dengan baik. Mereka melakukan pekerjaan berupa menerjemahkan buku-buku yang ditulis dalam bahasa Yunani, Persia, dan Sansekerta ke dalam bahasa Arab.

Selain itu, sang khalifah juga tertarik dengan kesenian. Beliau sering mengundang para penyair, filsuf, dan ilmuwan ke istananya yang megah di Baghdad. Musisi, penari, pesulap, akrobat, dan penghibur lainnya juga disambut, baik untuk menghibur sang khalifah maupun para tamu-tamunya.

Baghdad Pada Masa Khalifah al-Amin


Ketika Khalifah Harun al-Rasyid meninggal, putranya al-Amin, menjadi khalifah. Empat tahun kemudian, adik laki-laki al-Amin, al-Ma’mun merebut tahta. Seperti ayahnya, al-Mamun juga sering mengundang orang-orang berbakat ke istananya dan membayar mahal untuk pekerjaan mereka.

Pada masa Khalifah al-Ma’mun, Baghdad juga berkembang menjadi pusat kebudayaan dunia. Di masanya juga kebangkitan ilmu pengetahuan mencapai puncak kejayaannya.

Bait al-Hikmah yang dibangun ayah beliau dikembangkan menjadi pusat penelitian, perpustakaan, dan penerjemahan buku dari berbagai bahasa ke dalam bahasa pemerintahan, yaitu bahasa Arab.

Sepeninggal Khalifah al-Ma’mun, kehidupan istana berlanjut dengan cara yang sama. Akan tetapi, kisah-kisah selanjutnya dari kekhalifahan ini cukup sedih untuk diceritakan (kamu bisa membaca lebih lanjut di buku-buku sejarah Islam).

Nah, itulah bahasan singkat untuk pertanyaan “Kota yang terkenal dengan julukan kota seribu satu malam adalah?” Semoga bisa membantu ya.

Dari berbagai sumber…

Baca juga yang ini

2 unek-unek

Lilis Monica 27 November 2020 - 11:55 AM

Mengapa tidak ada daerah kota seribu satu malam

Balas
gurunakal.com 27 November 2020 - 4:13 PM

Mungkin maksudnya sama ya.

Balas

Tulis unek-unek