Mengapa Indonesia disebut sebagai negara agraris?

oleh Gurunakal

Halo semua, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Mengapa Indonesia disebut sebagai negara agraris?” Ayo baca bahasan ini sampai tuntas agar pengetahuanmu bertambah luas.


Negara agraris adalah istilah yang merujuk pada sebuah negara yang ekonominya didasarkan pada produksi dan pemeliharaan tanaman dan lahan pertanian. Indonesia adalah salah satu negara yang masuk dalam kategori negara agraris.

Pertanian di Indonesia


Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), sektor pertanian menjadi yang terbesar dalam penyerapan sektor tenaga kerja, mencapai angka 29,76 persen dari total angkatan kerja 128,45 juta orang pada tahun 2020. Di bawah pertanian ada sektor perdagangan sebesar 19,23 persen dan industri pengolahan sebesar 13,61 persen.

Secara kontribusi terhadap perekonomian nasional, sektor pertanian menyumbang hampir 13 persen terhadap PDB nasional. Ini adalah penyumbang ekonomi terbesar ketiga setelah sektor manufaktur dan perdagangan.

Sayangnya, sektor pertanian di Indonesia masih lemah dan belum bisa mensejahterakan banyak masyarakat yang bekerja di dalamnya. Maka tak heran sektor ini banyak dipandang sebelah mata oleh anak muda zaman sekarang. Padahal sektor ini merupakan masa depan bangsa kita, karena dari sanalah pangan-pangan yang dibutuhkan masyarakat berasal.

Produksi Pertanian Indonesia


Saat ini tanah yang digunakan sebagai lahan pertanian di Indonesia kira-kira sebesar 30 persen dari luas total daratan. Sektor pertanian Indonesia diawasi dan diatur oleh Kementerian Pertanian RI.

Sektor pertanian Indonesia terdiri dari perkebunan besar yang dimiliki baik oleh pemerintah maupun swasta dan perkebunan kecil yang dijalankan oleh rumah tangga pertanian tradisional.

Terletak di kawasan iklim tropis adalah anugerah bagi Indonesia. Negara kita diberkahi dengan hujan dan sinar matahari yang cukup, sehingga sektor pertanian dapat berkembang sepanjang tahun.

Perkebunan besar biasanya memproduksi hasil kebun skala industri, seperti sawit dan karet. Sedangkan petani skala kecil fokus pada komoditas hortikultura seperti beras, jagung, kedelai, mangga, buah-buahan dan sayuran untuk memenuhi konsumsi pangan penduduk lokal dan regional.

Berkah dari tanah yang subur dan iklim yang mendukung, Indonesia saat ini dikenal sebagai salah satu negara dengan hasil pertanian terbesar di dunia. Contohnya seperti minyak sawit (ke-1), karet alam (ke-2), beras (ke-3), kopi (ke-4), dan masih banyak lagi hasil pertanian lain yang menyumbang angka yang sangat besar dari yang dihasilkan dunia.

Lihat Juga


Kesimpulan


Jadi, alasan mengapa Indonesia disebut sebagai negara agraris adalah karena masyarakat kita masih banyak yang bekerja di sektor pertanian dan kontribusi pertanian terhadap ekonomi nasional cukup besar.

Referensi


  1. A land withour farmers: Indonesia’s agricultural conundrum.” The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses 17 Juli 2021.
  2. Agriculture in Indonesia.” Wikipedia (dalam bahasa Inggris). Diakses 17 Juli 2021.
  3. Sektor Pertanian Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja Indonesia.” Katadata. Diakses 17 Juli 2021.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek