Negara Penghasil Karet Terbesar di Dunia Adalah Negara?

oleh Gurunakal

Karet adalah salah satu hasil alam yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Salah satu tanaman penghasil karet alam adalah pohon karet. Negara penghasil karet terbesar di dunia adalah negara Thailand dengan 33,4% dari pangsa pasar karet alam global (data tahun 2018 menurut penelitian Krungsri). Posisi kedua adalah Indonesia dengan 24,7% pangsa pasar global.

Negara Penghasil Karet Terbesar di Dunia

Getah pohon karet yang sedang disadap sebagai bahan baku industri karet alam
Sumber: Wikimedia Commons

Produksi karet alam dunia pada tahun 2018 adalah 13,9 juta metrik ton, di mana 91 persen atau 12,64 juta ton dari total produksi karet alam dunia berasal dari kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, 6,5 persen dari produksi karet alam dunia berasal dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Dari hampir 14 juta ton karet alam yang diproduksi pada tahun 2018 itu, sekitar 90 persennya berasal dari negara-negara anggota Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam.

Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam


Negara-negara penghasil karet dunia berkumpul dalam sebuah organisasi antar pemerintah yang disebut dengan Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) atau Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam. Kantor pusat ANRPC terletak di Kuala Lumpur, Malaysia.

ANRPC berfungsi sebagai sumber statistik otentik dan informasi lainnya tentang industri karet alam di setiap negara anggota serta dunia. Asosiasi berfungsi sebagai forum antar pemerintah untuk menganalisis kebijakan dan merumuskan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan produsen karet alam.

Organisasi yang didirikan pada tahun 1970 itu kini memiliki 13 anggota (per 2 Oktober 2018), yaitu Bangladesh, Filipina, India, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Papua Nugini, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

Visi dan Misi ANRPC


Visi didirikannya Asosiasi Negara Penghasil Karet Alam adalah untuk menciptakan industri karet alam yang layak secara ekonomi, berkelanjutan secara sosial dan ekologis.

Sementara itu, misi ANRPC adalah untuk terus meningkatkan produktivitas kepemilikan karet, mengurangi biaya, meningkatkan nilai tambah di sektor karet hilir, mengeksplorasi sumber-sumber pendapatan tambahan, memanfaatkan kredensial karet alam yang ramah lingkungan dan dengan demikian meningkatkan kesejahteraan petani karet.

Fungsi ANRPC


ANRPC adalah sumber statistik otentik dan informasi lain tentang industri karet alam di negara-negara anggota. Ini juga berfungsi sebagai forum internasional untuk menganalisis dan merumuskan kebijakan tentang hal-hal yang menyangkut kepentingan produsen karet alam di negara-negara anggota. Fungsi spesifiknya adalah:

  • Berfungsi sebagai pusat sumber informasi yang otentik dan terkini dari industri karet alam;
  • Mempromosikan kegiatan yang kondusif bagi pertumbuhan berkelanjutan dalam produksi, pemrosesan, pemasaran dan konsumsi karet alam;
  • Mempromosikan karet alam sebagai bahan baku industri yang ramah lingkungan dengan memproyeksikan kredensial hijau dan kontribusi sosial-ekologisnya;
  • Mengidentifikasi tantangan dan peluang jangka pendek, menengah dan panjang dengan melakukan studi yang sesuai pada industri karet;
  • Membangun hubungan dengan lembaga-lembaga terkait termasuk organisasi karet internasional untuk berbagi informasi dan kerja sama teknis;
  • Membuat rekomendasi kebijakan kepada pemerintahan negara anggota kapan pun saat diperlukan.

Produk-produk Karet Alam


TBC…

Referensi


  1. About ANRPC” (dalam bahasa Inggris). anrpc.org. Diakses 27 Juli 2020.
  2. Global Natural Rubber Production All Set To Increase In 2019” (dalam bahasa Inggris). GEP. Diakses 27 Juli 2020.
  3. Natural rubber production worldwide from 2000 to 2019” (dalam bahasa Inggris). Statista. Diakses 27 Juli 2020.
  4. Tire and Rubber Industry of Thailand” (dalam bahasa Inggris). Mice Intelligence Center. Diakses 30 Juli 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek