Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Komando

oleh Gurunakal

Kali ini Gurunakal.com akan membahas singkat tentang ekonomi komando dan beberapa negara yang menganut sistem ekonomi komando. Semoga bahasan ini bisa membantu kamu ya.


Sistem ekonomi yang digunakan bangsa-bangsa di dunia ini dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi komando, sistem ekonomi pasar, dan sistem ekonomi campuran.

Indonesia sendiri menganut sistem ekonomi Pancasila yang didasarkan pada lima sila dalam Pancasila dan digambarkan sebagai sistem ekonomi pasar dengan kontrol pemerintah. Pada akhirnya, ekonomi Pancasila dapat dianggap sebagai contoh sistem ekonomi campuran.

Lalu bagaimana dengan sistem ekonomi komando? Negara mana saja yang menganut sistem ekonomi tersebut? Di bawah ini adalah bahasan singkatnya.

Apa Itu Sistem Ekonomi Komando?

Seperti dilansir dari situs Investopedia, sistem ekonomi komando adalah sistem di mana pemerintah menentukan barang apa yang harus diproduksi, berapa banyak yang harus diproduksi, dan harga barang yang hendak dijual. Selain itu, pemerintah juga menentukan investasi dan pendapatan.

Karena pemerintah yang mengontrol, maka pemerintah sering terlibat dalam segala hal, mulai dari perencanaan hingga pendistribusian ulang sumber daya. Hasilnya, pemerintah mampu menciptakan pasokan sumber dayanya yang sehat dan barang-barang dijual dengan harga yang terjangkau.

Keuntungan dan Kerugian Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Jika pemerintah mampu menerapkannya dengan tepat, maka sistem ekonomi ini memberikan sejumlah keuntungan. Berikut adalah keuntungannya.

  • Jika sistem ekonomi komando dijalankan dengan benar, pemerintah dapat memobilisasi sumber daya dalam skala besar. Mobilitas ini dapat menyediakan lapangan kerja bagi hampir semua warga. Dengan demikian, pemerintah dapat menekan angka pengangguran di negaranya.
  • Pemerintah dapat fokus pada kebaikan masyarakat daripada individu. Fokus ini dapat mengarah pada penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Intinya ekonomi ini lebih berdampak pada masyarakat banyak, bukan perseorangan.

Namun di sisi lain, sistem ekonomi komando juga memiliki beberapa kerugian jika diterapkan pada ekonomi sebuah negara. Berikut adalah kerugian menerapkan sistem ekonomi komando.

  • Sulit bagi perencana pusat untuk memenuhi kebutuhan semua orang. Tantangan ini memaksa pemerintah untuk melakukan alokasi atau menjatah karena tidak dapat menghitung permintaan sebab mereka yang menetapkan harga.
  • Tidak ada inovasi karena tidak perlu mengambil risiko apa pun. Pekerja juga dipaksa untuk mengejar pekerjaan yang dianggap sesuai oleh pemerintah.

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Komando

Sistem Ekonomi Komando

Peta negara (berwarna oranye) yang menganut sistem ekonomi komando
Sumber: World Population Review

Sistem ekonomi komando sangat bergubungan erat dengan kehidupan masyarakat komunis karena pemerintah adalah pusat dari ekonomi ini. Kuba dan Korea Utara adalah contoh dua negara komunis yang menganut ekonomi komando.

Dilansir dari World Population Review, di dunia setidaknya ada tujuh negara yang menganut sistem ekonomi komando, yaitu Belarusia, Iran, Korea Utara, Kuba, Libya, Rusia, dan Tiongkok.

Akan tetapi, disebutkan kalau Tiongkok tidak lagi menganut sistem ekonomi ini. Negara itu mempertahankan ekonomi komando selama beberapa dekade sebelum beralih ke ekonomi campuran yang menampilkan elemen komunis dan kapitalistik.

Nah, itulah bahasan singkat tentang sistem ekonomi komando dan negara-negara yang menganut sistem ekonomi tersebut. Bagaimana menurutmu tentang sistem ekonomi komando? Yuk, bagikan unek-unekmu di kolom komentar.

=> Baca juga yang ini <=

Tulis unek-unek