Organisasi Induk Bulutangkis Indonesia Adalah?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu membantu menjawab pertanyaan “Organisasi induk bulutangkis Indonesia adalah?” Ayo baca seluruh isi bahasan ini untuk menambah wawasanmu.


Bulutangkis adalah salah satu olahraga paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Olahraga raket yang satu ini telah ditemukan lebih dari satu abad yang lampau dan terus berkembang hingga saat ini.

BWF (Badminton World Federation), selaku pemangku olahraga bulutangkis dunia, saat ini memiliki 196 anggota di seluruh dunia. Setelah sebuah organisasi bulutangkis negara menjadi anggota BWF, ia juga menjadi anggota Konfederasi Kontinental yang relevan – Afrika / Asia / Eropa / Oseania / Pan America.

Organisasi Induk Bulutangkis Indonesia


Organisasi induk bulutangkis Indonesia adalah PBSI atau Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. PBSI lahir di Bandung pada tanggal 5 Mei 1951 atas usaha yang telah dilakukan oleh Bapak Sudirman dan kawan-kawan.

Prakarsa didirikannya PBSI telah mencuat sejak zaman penjajahan. Pada waktu itu di Indonesia ada perkumpulan-perkumpulan bulutangkis yang bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan satu cita-cita perjuangan di alam negara merdeka.

Agar hal ini tidak berlangsung terus menerus, maka harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai organisasi pemersatu. Cara yang paling tepat untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi ini adalah dengan mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres.

Akan tetapi, jalannya tak semudah yang dibayangkan. Pada saat itu memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan Pulau Jawa saja. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia).

Setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya usaha yang dilakukan oleh Bapak Sudirman dan kawan-kawan dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan hasil.

Maka dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Berikut adalah susunan kepengurusan PBSI yang pertama:

  • Ketua Umum: A. Rochdi Partaatmadja
  • Ketua I: Soedirman
  • Ketua II: Tri Tjondrokoesoemo
  • Sekretaris I: Amir
  • Sekretaris II: E. Soemantri
  • Bendahara I: Rachim
  • Bendahara II: Liem Soei Liong

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu, maka kepengurusan di tingkat daerah / provinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda (Pengurus Dareah). Sementara itu, Pengcab (Pengurus Cabang) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan di tingkat kota / kabupaten.

Profil PBSI


Berikut adalah profil PBSI saat ini.

  • Alamat: Pusat Bulutangkis Indonesia, JL Damai Raya/Pelatnas, Kel/Kec, Cipayung, Jakarta Timur 13840, Indonesia
  • Presiden: Wiranto
  • Sekretaris Jenderal: Achmad Budiharto
  • Contact Person: Bambang Roedyanto
  • Telepon: 0062 21 8445080
  • Situs web: https://badmintonindonesia.org/

Lambang PBSI


Organisasi induk bulutangkis Indonesia adalah

Sumber: PBSI

Berikut adalah maksud dari lambang PBSI.

  • Terdiri dari 5 warna yang mempunyai arti, antara lain:
    • Kuning: Simbul kejayaan
    • Hijau: Kesejahteraan dan kemakmuran
    • Hitam: Kesetiaan dan kekal
    • Merah: Keberanian
    • Putih: Kejujuran
  • Gambar Kapas: Berjumlah 17 biji yang melambangkan angka keramat (hari proklamasi RI).
  • Gambar kok: Dengan delapan bulu, melambangkan bulan ke-8 (bulan proklamasi Agustus)
  • Huruf PBSI: Terdiri dari 4 huruf dihubungkan dengan gambar setengah lingkaran sebanyak 5 biji berwarna merah di bawah kok, melambangkan tahun 1945.
  • Gambar Padi: Sebanyak 51 butir yang melambangkan hari lahirnya PBSI, yaitu tahun tanggal 5 Mei 1951.
  • Gambar Perisai: Simbul ketahanan, keuletan, rendah diri tapi ulet, kuat dan tekun.

Referensi


  1. BWF Member Associations”. BWF Badminton. Diakses 29 Oktober 2020.
  2. Sejarah Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia”. PB PBSI. Diakses 29 Oktober 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek