Pelestarian Sumber Energi Merupakan Tanggung Jawab?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Pelestarian sumber energi merupakan tanggung jawab?” Ayo baca bahasan menarik ini sampai tuntas agar pengetahuanmu bertambah banyak.


Sadarkah kita bahwa saat ini kita sering buang-buang energi? Salah satu contohnya adalah menyalakan lampu di siang hari padahal ada cukup cahaya matahari masuk lewat jendela. Ini mungkin terdengar sepele, namun jika banyak orang yang melakukannya, maka ini bisa menjadi pemborosan energi yang sangat besar.

Tahukah kamu kalau listrik yang kita gunakan sehari-hari saat ini masih berasal dari sumber energi tak terbarukan? Ya, kita masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas dan termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Apa hubungannya dengan bahan bakar fosil?

Untuk menghasilkan listrik yang dinikmati oleh ratusan juta penduduk Indonesia, PLN atau Perusahaan Listrik Negara masih mengandalkan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik di sejumlah pembangkit listrik. Bahan bakar fosil ini termasuk minyak bumi, gas bumi, dan batu bara.

Pelestarian sumber energi merupakan tanggung jawab

Gambaran industri minyak dan gas bumi
Sumber: Pixabay (Lisensi Creative Commons)

Menurut data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seperti dilansir dari CNBC Indonesia, hingga triwulan kedua 2020, bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional baru mencapai 10,9%, naik tipis dari capaian hingga akhir 2019 yang sebesar 9,1%. Sementara itu, kontribusi batu bara dan minyak masih mendominasi yakni masing-masing sebesar 35%, dan gas sebesar 19%.

Lebih lanjut lagi disebutkan kalau dari sisi bauran EBT untuk pembangkit listrik, PLN mencatatkan kontribusi energi baru terbarukan dalam penggunaan bahan bakar pembangkit listrik hingga November baru mencapai 12,6%. Sementara non-EBT masih sangat besar, yakni 87,4%.

Dari nilai kontribusi non-EBT itu, batu bara mencatatkan porsi paling besar, yakni 50,4% atau sebesar 31.827 mega watt (MW). Batu bara ini digunakan sebagai bahan bakar di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Selanjutnya adalah gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) sebesar 19,2% atau 12.137 MW. Kemudian disusul pembangkit listrik tenaga gas / mesin gas sebesar 10,7% atau 6.765 MW, dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 7,1% atau 4.487 MW.

Pelestarian Sumber Energi Tanggung Jawab Siapa?


Dari data di atas kita bisa mengetahui kalau kebutuhan listrik kita masih sangat bergantung pada sumber energi tak terbarukan. Selain memiliki keterbatasan, penggunaan energi jenis ini meninggalkan jejak dari proses pembakarannya, yaitu berupa gas-gas berbahaya yang mengotori udara hingga menjadi penyebab timbulnya pemanasan global yang membahayakan semua makhluk hidup di Bumi.

Nah, saat kita buang-buang atau boros energi, secara tidak langsung kita sudah abai dalam melestarikan sumber energi. Ini juga artinya kita sudah abai dalam menjaga kelestarian lingkungan kita. Jadi, siapa yang bertanggung jawab untuk melestarikan sumber energi?

Pelestarian sumber energi merupakan tanggung jawab semua warga dunia, terlebih lagi mereka yang mendapatkan manfaat dari energi yang dihasilkannya. Energi perlu dilestarikan tidak hanya untuk memangkas biaya tetapi juga untuk melestarikan sumber energi agar dapat digunakan lebih lama.

Lalu bagaimana cara kita melakukan pelestarian sumber energi? Bukankah itu hal sulit dilakukan oleh orang biasa? Di bawah ini adalah daftar yang dapat membantu kita dalam menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan cara-cara ini, secara tidak langsung kita telah ikut menjaga kelestarian sumber energi yang ada di Bumi ini.

  1. Matikan lampu saat meninggalkan ruangan dan gunakan lampu redup di tempat-tempat yang perlu pencahayaan.
  2. Manfaatkan sinar matahari secara maksimal di siang hari. Tirai atau gorden pada jendela & pintu harus dibuka pada siang hari, agar cahaya alami dapat mengurangi kebutuhan lampu listrik di dalam rumah.
  3. Matikan sistem AC di ruangan kosong dan usahakan ruangan tetap sejuk dengan udara dari luar. Melakukan ini akan membantu menghemat energi dan mengurangi konsumsi.
  4. Matikan peralatan saat tidak digunakan. Jangan pernah lupa untuk mematikan lampu, kipas angin, lemari es saat kita akan jalan-jalan di akhir pekan.
  5. Gunakan bohlam yang hemat energi.
  6. Cobalah untuk mengurangi jumlah titik penerangan di setiap ruangan.
  7. Cabut perangkat elektronik dan pengisi daya saat tidak digunakan – sebagian besar elektronik baru menggunakan listrik bahkan saat “mati”. Matikan komputer dan printer di soket ekstensi.
  8. Jika kita memiliki freezer atau lemari es kedua yang hampir kosong, matikan. Gunakan peralatan kedua hanya jika perlu atau sudah dilepas.
  9. Bersihkan bagian bawah dan belakang lemari es setiap bulan atau lebih, untuk aliran udara yang lebih baik & pembersihan endapan debu untuk mendapatkan perpindahan panas yang lebih baik.
  10. Biarkan makanan panas menjadi dingin sebelum memasukkannya ke dalam lemari es. Dibutuhkan lebih banyak energi untuk mendinginkan makanan panas. Untuk penghematan tambahan, tutupi makanan dan cairan. Kelembapan yang dilepaskan oleh wadah yang tidak tertutup meningkatkan penggunaan energi selama siklus pencairan lemari es.
  11. Matikan alat listrik kita dua sampai tiga menit sebelum waktu memasak berakhir. Panas yang tersisa akan menyelesaikan proses memasak.
  12. Keringkan pakaian kita pada tali jemuran alih-alih menggunakan pengering.
  13. Selalu alihkan komputer atau laptop ke mode tidur saat Anda tidak menggunakannya.
  14. Gunakan sumber energi alternatif, seperti matahari, angin untuk memberi daya pada rumah kita.

Referensi


  1. Umah, Anisatul (2020). “PLN Masih Ketergantungan Batu Bara, Ini Buktinya!”. CNBC Indonesia. Diakses 19 Februari 2021.
  2. Why Do We Need to Conserve Energy?” (dalam bahasa Inggris). Conserve Energy Future. Diakses 19 Februari 2021.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek