10 Penyebab Kepadatan Penduduk di Suatu Daerah

oleh Gurunakal

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab kepadatan penduduk di suatu daerah. Hal itu bisa karena faktor manusia maupun alam. Sebelum memulai bahasan, mari kita ketahui ketahui dulu apa itu kepadatan penduduk.

Kepadatan Penduduk

Penyebab Kepadatan Penduduk

Potret kepadatan penduduk di sebuah area.
Sumber: Pixnio


Kepadatan penduduk adalah jumlah rata-rata orang yang tinggal per kilometer persegi. Ini adalah cara untuk mengukur distribusi populasi dan menunjukkan apakah suatu daerah berpenduduk jarang atau padat. Kepadatan penduduk dihitung menggunakan rumus berikut:

Kepadatan penduduk = total populasi ÷ total luas lahan dalam km²

Kepadatan penduduk setiap desa, kota, pulau, dan negara di dunia berbeda-beda. Kepadatan penduduk yang rendah bisa ditemui di daerah-daerah dengan suhu ekstrem seperti gurun dan kutub. Sementara daerah-daerah yang subur dengan iklim nyaman biasanya memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.

Faktor-faktor Penyebab Kepadatan Penduduk

Manchu Picchu

Manchu Picchu di Peru
Sumber: Wikimedia Commons


Ada sejumlah faktor alam dan manusia yang memengaruhi kepadatan penduduk di suatu daerah. Namun, kepadatan penduduk di suatu negara bisa dibilang sangat sedikit hubungannya dengan tingkat perkembangan ekonominya. Berikut adalah faktor-faktor penyebab kepadatan penduduk.

1. Politik

Negara-negara dengan pemerintahan yang stabil cenderung memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Salah satu contohnya adalah Singapura. Meski luas wilayahnya kecil, negara pulau tersebut dihuni oleh jutaan orang, sehingga kepadatan penduduknya sangat tinggi. Karena kondisi politik di negara itu stabil, Singapura juga banyak didatangi oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia, baik untuk bisnis, menimba ilmu, dan hal lainnya.

Sementara itu, negara-negara yang tidak stabil cenderung memiliki kepadatan populasi yang lebih rendah. Alih-alih banyak dikunjungi oleh penduduk negara lain untuk ditinggali, orang-orang di negara yang politiknya tidak stabil banyak yang meninggalkan negaranya (bermigrasi) untuk menjadi warga negara lain. Contohnya adalah wilayah Darfur di Sudan yang penduduknya banyak menjadi pengungsi dan meninggalkan daerah tersebut karena konflik politik.

2. Sosial Ekonomi

Faktor-faktor seperti ketersediaan pekerjaan dan upah yang relatif tinggi dapat berkontribusi pada kepadatan populasi yang tinggi melalui migrasi. Sebagai contoh, Dubai dulunya daerah yang tandus dan jarang penduduk. Namun, setelah ditemukan cadangan minyak yang cukup banyak yang membuat ekonominya tumbuh tinggi, kota tersebut kini berubah menjadi daerah yang padat penduduk karena jutaan migran dari berbagai negara menetap di sana untuk bekerja.

3. Iklim

Daerah dengan iklim sedang cenderung padat penduduk karena ada cukup hujan dan panas untuk menanam tanaman. Sementara itu, daerah dengan iklim yang ekstrem (panas atau dingin) cenderung jarang penduduknya, misalnya Gurun Sahara di Afrika Utara.

4. Relief Permukaan Bumi

Relief permukaan Bumi (bentuk dan ketinggian daratan) juga dapat menjadi faktor penyebab kepadatan penduduk di suatu daerah. Sebagai contoh, Delta Nil di utara Mesir memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Hal yang sama juga terjadi di Delta Bangladesh dan Delta Mekong.

Sementara itu, dataran tinggi yang bergunung-gunung cenderung memiliki kepadatan penduduk yang jarang. Contohnya adalah Pegunungan Himalaya, Dataran Tinggi Tibet, Dataran Tinggi Skotlandia, dan lain sebagainya.

5. Sumber Daya Alam

Daerah yang kaya akan sumber daya alam seperti batubara, minyak, kayu, perikanan, dll cenderung padat penduduk. Namun, daerah dengan sedikit sumber daya cenderung jarang penduduknya karena orang-orang bisa sulit menggantungkan hidup di atasnya.

6. Jenis dan Kualitas Tanah

Daerah-daerah yang tanahnya subur umumnya padat penduduk. Itu karena tanah tersebut memungkinkan pertanian yang berhasil. Sebaliknya, daerah yang tanahnya berkualitas buruk cenderung ditinggalkan penduduk karena mereka tidak bisa bertani dengan baik di atasnya.

7. Cadangan Air

Air adalah kebutuhan mutlak manusia untuk bertahan hidup. Daerah yang memiliki pasokan air yang cukup (tetapi tidak terlalu banyak) cenderung memiliki populasi yang lebih padat daripada daerah yang kering atau biasa menderita kekeringan. Daerah yang memiliki curah hujan berlebihan atau yang mungkin rawan untuk banjir juga biasanya jarang berpenduduk.

8. Vegetasi

Daerah dengan vegetasi yang padat seperti hutan hujan yang lebat cenderung memiliki kepadatan penduduk yang rendah. Hal itu karena orang-orang lebih memilih untuk tinggal di daerah yang vegetasinya tidak terlalu padat.

9. Ancaman Alam

Orang-orang umumnya menghindari daerah-daerah dengan ancaman alam yang tinggi yang dapat mengancam keberlangsungan hidup. Mereka pastinya lebih memilih untuk tinggal daerah-daerah yang aman ditinggali.

10. Aksesibilitas

Daerah dengan infrastruktur transportasi yang memadai cenderung lebih padat daripada daerah yang tidak terhubung dengan baik.

Referensi


  1. “Physical and human factors affecting population distribution”. JK Geography, https://www.jkgeography.com/physical-and-human-factors-affecting-global-population-distribution.html. Diakses 26 Mei. 2020.
  2. “Population distribution and density”. Bitesize, https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/z2gbp39/revision/1. Diakses 26 Mei. 2020.
  3. “What factors affect population density?”. Internet Geography, https://www.internetgeography.net/topics/what-factors-affect-population-density/. Diakses 26 Mei. 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek