Apa Perbedaan Meteor, Meteorit, dan Meteoroid?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Apa perbedaan meteor, meteorit, dan meteoroid?” Ayo baca bahasan ini sampai tuntas agar pengetahuanmu bertambah luas.


Kawan, tata surya di mana Bumi kita berada terdiri dari berbagai macam benda langit. Yang terbesar sekaligus pusat tata surya adalah Matahari. Kemudian ada planet yang berjumlah 8, puluhan bulan, planet katai seperti Pluto, dan jutaan asteroid, komet dan meteoroid.

Di antara benda-benda langit tersebut, yang sering membingungkan banyak orang adalah meteor, meteorit, dan meteoroid. Lalu apa perbedaan di antara ketiganya?

perbedaan meteor meteorit dan meteoroid, Mengapa Meteor Disebut Sebagai Bintang Jatuh

Tampak sebuah meteor yang melintasi langit malam.
Sumber: Wikimedia Commons (Lisensi Creative Commons)

Menurut NASA, meteor, meteorit, dan meteoroid terkait dengan kilatan cahaya yang disebut “bintang jatuh” yang terkadang terlihat melesat di langit. Mereka adalah objek yang sama, tapi kita memanggil mereka dengan nama yang berbeda, tergantung di mana tempatnya.

Perbedaan Meteor, Meteorit, dan Meteoroid


Berikut adalah perbedaan meteor, meteorit dan meteoroid yang perlu diketahui:

  • Meteoroid adalah objek di luar angkasa yang ukurannya bervariasi dari butiran debu hingga asteroid kecil. Mereka bisa dibilang sebagai “batu luar angkasa.”
  • Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi (atau planet lain, seperti Mars) dengan kecepatan tinggi dan terbakar, penampakan seperti bola api atau “bintang jatuh” disebut meteor.
  • Sementara itu, saat meteoroid selamat dari perjalanan melalui atmosfer dan menghantam tanah, itu disebut meteorit.

Nah, Kawan, kita bisa menemukan meteorit di tempat mereka jatuh. Namun, sulit untuk membedakan meteorit dari batuan Bumi berdasarkan penampilannya di sebagian besar belahan dunia. Akan tetapi, ada beberapa tempat khusus yang lebih mudah untuk mengidentifikasinya, yaitu gurun.

Di gurun pasir dengan area pasir terbuka yang luas dan sedikit bebatuan, meteorit gelap terlihat jelas. Demikian pula, meteorit bisa jauh lebih mudah ditemukan di gurun yang dingin dan sedingin es, seperti dataran beku Antartika.

Sebagian besar meteorit yang ditemukan di Bumi berasal dari asteroid yang hancur, meskipun beberapa berasal dari Mars atau Bulan. NASA menyebutkan kalau hingga saat ini ada lebih dari 50.000 meteorit yang telah ditemukan di Bumi. Dari jumlah tersebut, 99,8 persen berasal dari asteroid, sedangkan sisanya berasal dari Mars atau Bulan.

Mengapa Meteor Disebut Sebagai Bintang Jatuh?


Meteor disebut sebagai bintang jatuh karena memiliki ekor cahaya yang terang saat mereka melewati langit. Semakin cepat dan besar meteor tersebut, semakin terang dan panjang kilauannya. Meteor terkecil hanya bersinar sekitar satu detik sementara meteor yang lebih besar dan lebih cepat dapat terlihat hingga beberapa menit.

Meteor muncul dalam berbagai warna, tergantung pada komposisi kimiawi batuan antariksa dan udara yang dilaluinya. Meteor dengan kandungan besi tinggi, misalnya, akan tampak kuning. Meteor dengan kandungan kalsium tinggi mungkin tampak seperti seberkas cahaya ungu.

Referensi


  1. Evers, Jeannie (Ed). “Meteor” (dalam bahasa Inggris). National Geographic. Diakses 5 Maret 2021.
  2. Meteors & Meteorites” (dalam bahasa Inggris). NASA Solar System Exploration. Diakses 5 Maret 2021.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek