Permainan Bulutangkis Berasal dari Negara?

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Permainan bulutangkis berasal dari negara?” Ayo perluas wawasanmu dengan membaca seluruh isi bahasan ini.


Bulutangkis adalah salah satu olahraga favorit masyarakat Indonesia. Bahkan negara kita telah menjadi salah satu kekuatan bulutangkis dunia sejak beberapa dekade yang lampau.

Jika kamu suka bermain bulutangkis atau bermimpi menjadi seorang atlet bulutangkis terkenal, kamu bisa berkenalan lebih lanjut dengan olahraga ini di sini.

Perkenalan


Bulutangkis adalah sebuah olahraga raket dan net yang dimainkan di atas lapangan persegi panjang. Permainan yang dimulai dengan servis untuk selanjutnya menciptakan reli-reli ini memiliki lima disiplin, yaitu tunggal (putra / putri) dan ganda (putra / putri / campuran).

Pemain bulutangkis tunggal dapat melakukan servis secara diagonal ke area servis yang memanjang. Kemudian reli-reli berlanjut di lapangan panjang dengan perbatasan di garis samping pertama.

Sementara itu, pemain ganda melakukan servis secara diagonal ke area servis yang lebih pendek, namun lebih lebar daripada area servis tunggal. Selanjutnya reli-reli dapat berlangsung di seluruh area lapangan.

Sejarah Singkat Bulutangkis


Menurut Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF (Badminton World Federation), permainan bulutangkis memiliki asal usul yang tidak jelas. Namun, permainan yang berdasarkan shuttlecock dan battledore telah muncul di Tiongkok, Jepang, India, Siam (Thailand sekarang) dan Yunani lebih dari 2000 tahun yang lalu.

permainan bulutangkis berasal dari negara

Pada 1600-an battledore and shuttlecock adalah hiburan kelas atas di Inggris dan banyak negara Eropa.
Sumber: Wikipedia

BWF lebih lanjut menyebutkan kalau antara tahun 1856 dan 1859, sebuah permainan yang dikenal sebagai ‘battledore and shuttlecock‘ mulai berkembang menjadi permainan bulutangkis modern di sebuah bangunan megah yang bernama “Badminton House” atau Gedung Badminton yang pada waktu itu merupakan estat Duke of Beaufort di Inggris.

Pada masa sekitar itu, permainan yang serupa juga dimainkan di Poona (sekarang Pune), India. Kemudian kode etik bulutangkis dibuat pada tahun 1877.

Tujuan dari battledore and shuttlecock yang dimainkan di Gedung Badminton adalah untuk menjaga shuttlecock tetap ada di udara selama mungkin dengan memukulnya di antara dua orang atau lebih.

Ini tidak berbeda jauh dengan tujuan bulutangkis modern, yaitu untuk menyelesaikan reli secepat mungkin dengan mencetak poin kemenangan melawan lawan permainan.

Pada tahun 1893, Inggris membentuk Asosiasi Bulutangkis Inggris (Badminton Association of England – BAE) dengan tujuan untuk mengelola perbulutangkisan dunia. Pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1899, BAE memulai turnamen bulutangkis pertama di dunia, yaitu Kejuaraan Bulutangkis Terbuka All England.

Hingga saat ini All England menjadi salah satu turnamen bulutangkis paling penting dan prestisius serta menjadi mimpi bagi para pemain bulutangkis profesional untuk dapat berlaga di sana dan memenangkan kejuaraan.

Seiring berjalannya waktu, permainan bulutangkis mulai berkembang ke berbagai penjuru dunia. Lalu, sejumlah negara dari benua Eropa ditambah dengan Kanada dan Selandia Baru membentuk Federasi Bulutangkis Dunia pada tahun 1934.

Sekarang BWF yang berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia telah memiliki 194 anggota dari berbagai penjuru dunia. Mereka terus bekerja keras untuk membuat bulutangkis semakin dikenal oleh warga dunia.

Tujuan Permainan Bulutangkis


Tujuan permainan bulutangkis adalah untuk menghasilkan poin dengan cara:

  • Mendaratkan kok di area lapangan lawan;
  • Memaksa lawan untuk memukul kok keluar area lapangan;
  • Memaksa lawan untuk memukul kok ke dalam net;
  • Menyerang lawan dengan kok.

Peraturan Bulutangkis Dasar


Peraturan dalam olahraga bulutangkis mudah untuk dimengerti dan diaplikasikan. Berikut adalah gambaran singkat mengenai peraturan bulutangkis dasar yang perlu diketahui (versi lengkap daripada peraturan dan regulasi pertandingan bulutangkis dapat diunduh di situs resmi BWF www.bwfbadminton.org).

1. Sistem Penilaian

  • Sebuah kompetisi bulutangkis paling banyak terdiri dari 3 pertandingan dengan sistem poin 21.
  • Setiap kali ada servis – ada poin yang dihasilkan.
  • Pihak yang memenangkan reli menambah poin pada skornya.
  • Jika masing-masing pemain atau pasangan sama-sama mencetak 20 poin, maka sisi yang unggul 2 poin lebih dulu memenangkan pertandingan.
  • Jika masing-masing pemain atau pasangan sama-sama mencetak 29 poin, maka sisi yang mencetak poin 30 memenangkan pertandingan.
  • Sisi yang memenangkan pertandingan berhak melakukan servis pertama di pertandingan berikutnya.

2. Permainan Tunggal

  • Di awal permainan (0-0) dan ketika skor penyervis (server) atau orang yang melakukan servis genap, maka ia melakukan servis dari area servis sebelah kanan. Sebaliknya ketika skor server ganjil, maka ia melakukan servis dari area servis sebelah kiri.
  • Jika server memenangkan reli, ia berhak mendapatkan poin dan kemudian melakukan servis lagi dari area servis bergilir.
  • Jika penerima servis memenangkan reli, ia berhak mendapatkan poin dan menjadi server baru. Mereka melakukan servis dari area servis yang sesuai – kiri jika skor mereka ganjil, dan kanan jika skor genap.

3. Permainan Ganda

  • Satu sisi hanya memiliki satu ‘servis’.
  • Servis diberikan secara berurutan kepada para pemain seperti yang ditunjukkan pada diagram di bawah.
  • Di awal permainan dan ketika skornya genap, server melakukan servis dari area servis sebelah kanan. Ketika skor ganjil, server melakukan servis dari area servis sebelah kiri.
  • Jika pasangan (permainan ganda terdiri dari dua pemain di masing-masing sisi) yang melakukan servis memenangkan reli, maka mereka berhak mendapatkan poin dan server yang sama melakukan servis lagi dari area servis bergilir.
  • Jika pasangan yang menerima servis memenangkan reli, maka mereka berhak mendapatkan poin. Mereka kemudian menjadi pihak yang melakukan servis.
  • Para pemain tidak mengubah area servis mereka masing-masing sampai mereka memenangkan poin ketika mereka yang kebagian melakukan servis.

Referensi


  1. BWF Schools Badminton Teachers’ Manual” (dalam bahasa Inggris). BWF Shuttle Time. Diakses 14 Juni 2020. File PDF.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek