Rudy Hartono Memenangi Kejuaraan All England Sebanyak?

oleh Gurunakal

Halo semua, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Rudy Hartono memenangi kejuaraan All England sebanyak?” Ayo perluas wawasanmu dengan membaca seluruh isi bahasan ini.


Sebagaimana kita ketahui, bulutangkis adalah salah satu olahraga paling populer di Indonesia. Negara kita tergolong sangat sukses dalam olahraga ini.

Di Olimpiade saja, Indonesia berada di urutan kedua setelah Tiongkok dalam hal perolehan medali bulutangkis. Pun dengan perolehan medali di Asian Games maupun SEA Games di mana Indonesia menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam olahraga ini.

Bulutangkis memiliki banyak turnamen internasional tahunan yang digelar di banyak negara. Salah satu turnamen bulutangkis yang paling terkenal di dunia adalah All England.

Kejuaraan Bulutangkis All England adalah turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia. All England telah digelar sejak akhir abad ke-19 di Inggris dan kini telah berusia lebih dari satu abad (112 edisi hingga tahun 2020).

Karena dianggap sebagai salah satu turnamen bulutangkis paling penting, para pemain bulutangkis profesional umumnya bermimpi untuk dapat berlaga dan menjuarai All England.

Indonesia sendiri merupakan negara tersukses ke-4 di All England setelah Inggris, Denmark, dan Tiongkok. Hingga saat ini, Indonesia telah mengantongi 48 medali All England, terbanyak dari sektor ganda putra (21 medali), tunggal putra (15 medali), ganda campuran (6 medali), tunggal putri (4 medali), dan ganda putri (2 medali).

Rudy Hartono


Berbicara mengenai juara tunggal putra All England dari Indonesia tak lepas dari nama Rudy Hartono. Ia adalah pemain tunggal putra paling sukses di All England.

Rudy Hartono memenangi kejuaraan All England sebanyak

Rudy Hartono sedang bertanding di All England.
Sumber: All England Badminton

Rudy Hartono memenangi kejuaraan All England sebanyak 8 kali, di mana 7 di antaranya didapatkan secara berurutan dari tahun 1968 hingga tahun 1974. Lalu satu medali lagi ia dapatkan pada kejuaraan All England tahun 1976.

Hingga saat ini belum ada pemain tunggal putra yang menyamai atau melampau rekor Rudy Hartono di All England. Lin Dan yang digadang-gadang sebagai pemain bulutangkis terhebat di abad ke-21 hanya mampu menjuarai All England sebanyak 6 kali.

Kesuksesan besar Rudy Hartono di All England pastinya tidak luput dari kerja keras. Bahkan sejak usia 8 tahun dirinya telah berlatih keras agar bisa menjadi atlet bulutangkis yang sukses.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Di usianya yang ke-18, Rudy Hartono berhasil menjuarai All England dan hingga enam tahun ke depan tidak ada yang bisa menandingi keperkasaannya di kejuaraan tersebut.

Sebelum Rudy Hartono, nama pebulutangkis tunggal putra tersukses di All England adalah Erland Kops dari Denmark. Ia memenangi All England sebanyak 7 kali, 4 di antaranya dilakukan berurutan dari tahun 1960 sampai tahun 1963. Ia terakhir kali juara tahun 1967 dan setelah itu kesuksesan tunggal putra diambil alih oleh Rudy Hartono dari Indonesia.

Selepas Rudy Hartono


Setelah kesuksesan Rudy Hartono di All England, Indonesia masih memiliki pemain tunggal putra yang hebat sebagai penerus dirinya. Ia adalah Liem Swie King yang menjuarai All England 3 kali pada tahun 1978, 1979, dan 1981.

Setelah hampir 10 tahun tidak ada juara di tunggal putra, Ardy Wiranata kembali membawa pulang medali All England ke Indonesia pada tahun 1991. Setahun kemudian, Hariyanto Arbi juga sukses menjadi juara di All England dua tahun berturut-turut.

Sayang seribu sayang, Hariyanto Arbi menjadi tunggal putra Indonesia terakhir yang menjuara All England. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki penerus empat pemain hebat tersebut.

Referensi


  1. All England Open Badminton Championships” (dalam bahasa Inggris). Wikipedia. Diakses 22 November 2020.
  2. Diah, Femi (2019). “Fisik Rudy Hartono Digembleng dengan Lari 10 Km Tiap Hari Sejak Umur 8 Tahun”. detikSport. Diakses 22 November 2020.
  3. History” (dalam bahasa Inggris). All England Badminton. Diakses 22 November 2020.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek