Sebutkan Komoditas Ekspor Indonesia Beserta Negara Tujuan Ekspor!

oleh Gurunakal

Halo semuanya, bahasan kali ini membantu menjawab pertanyaan “Sebutkan komoditas ekspor Indonesia beserta negara tujuan ekspor!”. Jawaban untuk pertanyaan ini didasarkan pada data resmi Badan Pusat Statistik Indonesia atau BPS tahun 2019.


Ekspor adalah kegiatan memproduksi barang dan jasa di dalam negeri lalu mengirimnya ke luar negeri untuk dijual kepada pembeli di negara tujuan. Setiap negara di dunia ini pasti melakukan aktivitas ekspor dan impor dengan negara lain.

Sebutkan komoditas ekspor Indonesia beserta negara tujuan ekspor

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan
Sumber: Pixabay (Lisensi Creative Commons)

Hal itu karena sebuah negara tidak bisa berdiri sendiri. Meskipun negara tersebut kaya, mereka tetap membutuhkan produk atau jasa negara lain yang tidak ada di negara tersebut. Begitu juga dengan Indonesia yang melakukan hubungan dagang dengan banyak negara di dunia.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Sebagian hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan sebagian lainnya diekspor ke negara lain.

Komoditas Ekspor Indonesia


Komoditas ekspor Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu migas (minyak dan gas) dan non migas. Komoditi migas yang diekspor Indonesia ke luar negeri terdiri dari minyak tanah, minyak mentah, dan gas. Ekspor migas Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka 11,8 miliar dolar Amerika atau sekitar 167 triliun rupiah.

Lalu ada ekspor non migas. Komoditas ekspor non migas dapat dikelompokkan menjadi tiga komoditi utama, yaitu pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan. Pada tahun 2019, nilai ekspor non migas Indonesia mencapai angka 155,9 miliar dolar Amerika atau sekitar 2.207 triliun rupiah.

1. Pertanian

Negara kita dianugerahi tanah subur yang luas. Sehingga tak heran kalau produk pertanian kita sangat beragam. Berikut adalah contoh komoditi pertanian Indonesia yang diekspor ke luar negeri.

  • Pertanian tanaman semusim (sayur-sayuran, tembakau, umbi-umbian, bunga, kacang tanah, dll)
  • Pertanian tanaman tahunan (kopi, cengkeh, teh, karet alam, biji kakao, dll)
  • Pertanian tanaman hias
  • Peternakan (sarang burung, dll)
  • Pengusahaan hutan (gaharu, bambu, dll)
  • Kayu bakar
  • Hasil hutan bukan kayu (getah karet dan sejenisnya, dll)
  • Perikanan tangkap (ikan segar, kepiting, udang hasil tangkap, moluska, dll)
  • Perikanan budidaya (rumput laut dan ganggang, mutiara budidaya, ikan hidup budidaya, dll)

2. Industri Pengolahan

Komoditas industri pengolahan berarti telah melewati proses pengolahan di pabrik dalam negeri sebelum siap diekspor ke luar negeri. Berikut adalah contoh komoditinya.

  • Industri makanan (minyak kelapa sawit, minyak kelapa, margarin, roti dan kue, pasta dan bubuk kakao, es krim, serealia yang digiling, makanan hewan, buah dan sayur beku, kopra, tepung terigu, dan masih banyak lagi yang lainnya)
  • Industri minuman (minuman ringan, air minum dan air mineral, dll)
  • Industri pengolahan tembakau
  • Industri tekstil (benang pintal, kain tenunan, sutra, dll)
  • Industri pakaian jadi
  • Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (sepatu olahraga, dll)
  • Industri kayu, barang dari kayu dan gabus (kayu lapis, kayu olahan, kayu gergajian, dll)
  • Industri kertas dan barang dari kertas (bubur kertas, tisu, dll)
  • Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (sabun dan pembersih rumahan, pupuk, damar buatan, minyak atsiri, karet buatan, arang kayu, dll)
  • Industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional
  • Industri karet, barang dari karet dan plastik (karet remah, ban luar dan ban dalam, dll)
  • Industri barang galian bukan logam (keramik, semen, kaca, kapur, dll)
  • Industri logam dasar (besi/baja, tembaga, timah, nikel, alumunium, logam dasar bukan besi, dll)
  • Industri komputer, barang elektronik dan optik (perlengkapan komputer, semi konduktor, televisi dan perlengkapan televisi, peralatan fotografi, dll)
  • Industri peralatan listrik (peralatan listrik, dll)
  • Industri mesin (mesin untuk keperluan umum dan khusus)
  • Industri kendaraan bermotor (kendaraan bermotor roda empat atau lebih, suku cadang kendaraan bermotor roda empat, dll)
  • Industri alat angkutan lainnya (kendaraan tempur dan bagiannya, kapal laut dan sejenisnya, suku cadang sepeda dan sejenisnya, dll)
  • Industri furnitur (furnitur dari kayu, dll)
  • Industri pengolahan lainnya (barang industri kerajinan, instrumen alat musik, mainan anak-anak, alat olahraga, alat tulis dan gambar, dll)

3. Pertambangan

Negara kita juga dianugerai hasil tambang yang kaya. Komoditas ekspor pertambangan Indonesia yang paling besar pada tahun 2019 adalah batu bara dengan nilai 18,9 miliar dolar Amerika (sekitar 266 triliun rupiah).

Kemudian diikuti oleh ekspor lignit senilai 2,8 miliar dolar Amerika (sekitar 39 triliun rupiah), bijih logam (1,56 miliar dolar atau sekitar 22 triliun rupiah) dan bijih tembaga senilai 1,28 miliar dolar Amerika (sekitar 18 triliun rupiah).

Komoditas pertambangan lainnya yang diekspor (di bawah 1 miliar dolar) adalah bijih zirconium, niobium, dan tantalum (103 juta dolar Amerika atau sekita 1,4 triliun rupiah), bijih besi (76,7 juta dolar Amerika atau sekitar 1,1 triliun rupiah, bijih seng (33,3 juta dolar Amerika atau sekitar 469 miliar rupiah), dan bijih timbal (28,8 juta dolar Amerika atau sekitar 405 miliar rupiah).

Di luar bijih logam, Indonesia juga mengekspor batu kerikil dengan nilai yang cukup tinggi, yaitu mencapai 49,4 juta dolar Amerika atau sekitar 696 miliar rupiah).

Secara keseluruhan, nilai seluruh komoditas ekspor Indonesia pada tahun 2019 mencapai 167,7 miliar dolar Amerika atau sekita 2.362 triliun rupiah.

Negara Tujuan Ekspor Indonesia


Berikut adalah 10 negara tujuan ekspor Indonesia berdasarkan nilai ekspor paling tinggi pada tahun 2019.

  1. Tiongkok (27,96 miliar dolar Amerika atau sekitar 393 triliun rupiah)
  2. Amerika Serikat (17,84 miliar dolar Amerika atau sekitar 251 triliun rupiah)
  3. Jepang (16 miliar dolar Amerika atau sekitar 225 triliun rupiah)
  4. Singapura (12,9 miliar dolar Amerika atau sekitar 182 triliun rupiah)
  5. India (11,82 miliar dolar Amerika atau sekitar 166 triliun rupiah)
  6. Malaysia (8,8 miliar dolar Amerika atau sekitar 124 triliun rupiah)
  7. Korea Selatan (7,23 miliar dolar Amerika atau 102 triliun rupiah)
  8. Filipina (6,77 miliar dolar Amerika atau sekitar 95 triliun rupiah)
  9. Thailand (6,22 miliar dolar Amerika atau sekitar 87 triliun rupiah)
  10. Vietnam (5,15 miliar dolar Amerika atau sekitar 72 triliun rupiah)

Kesimpulan


Nilai ekspor Indonesia pada tahun 2019 sebenarnya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Penurunannya sebesar 6,85 persen, dari 180.012,7 juta dolar AS menjadi 167.683,0 juta dolar AS.

Salah satu pengaruh turunnya nilai ekspor migas Indonesia adalah karena turunnya harga minyak dunia dari 67,47 dolar AS per barel pada tahun 2018 menjadi 62,38 dolar AS per barel tahun 2019 atau turun sebesar 5,09 dolar AS per barel.

Nah, itulah bahasan singkat untuk pertanyaan “Sebutkan komoditas ekspor Indonesia beserta negara tujuan ekspor!”. Semoga bisa membantu kamu ya.

Referensi


  1. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Ekspor 2019”. Badan Pusat Statistik. Diakses 27 November 2020. File PDF.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek