Struktur Teks Negosiasi yang Perlu Diketahui

oleh Fitri Nurlaela

Halo semuanya, kali ini Gurunakal akan membahas struktur teks negoisasi dilengkapi dengan contoh analisis struktur teks negoisasi agar bisa dipahami dengan mudah. Ayo baca seluruh isi bahasan ini agar pengetahuanmu bertambah banyak.

struktur teks negosiasi

Sumber: Pixabay (Lisensi Creative Commons)

Pengertian Teks Negosiasi


Teks negosiasi merupakan teks atau naskah berisi kutipan asli dari penulis terkait tawar-menawar. Teks negosiasi memuat bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Namun, kepentingan tersebut dapat diselesaikan dengan cara bernegosiasi atau tawar-menawar agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Kedua belah pihak memiliki hak yang sama, menerima dan saling memberi menurut Anna Wijayanti (Tim Studi Edukasi, 2014, 157).

Struktur Teks Negosiasi


Struktur teks negosiasi dibedakan menjadi empat bagian, yaitu sebagai  berikut.

1. Orientasi

Orientasi adalah Pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa dan sebagainya.

2. Pengajuan

Di mana pihak yang ingin tahu menanyakan suatu barang atau permasalahan yang dihadapi dan lawan bicara menjawab atau memberitahu mengenai sesuatu yang ditanyakan sehingga muncullah sebuah interaksi.

3. Penawaran

Suatu puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar menawar pihak satu dengan pihak yang lain untuk mendapat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.

4. Persetujuan

Kesepakatan atas hasil penawaran dari  kedua belah pihak.

Langkah-langkah Menulis Teks Negosiasi


  1. Menentukan topik
  2. Mengumpulkan informasi pendukung
  3. Menyusun kerangka
  4. Menyusun teks negosiasi

Contoh Analisis Struktur Teks Negosiasi


Orientasi ⇓

  • Pembeli : “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”(sambil menunjuk ke arah mangga gedong gincu)
  • Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Pengajuan ⇓

  • Pembeli : “Boleh kurang kan, bang?”

Penawaran ⇓

  • Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Pengajuan ⇓

  • Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”

Penawaran ⇓

  • Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pengajuan ⇓

  • Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Penawaran ⇓

  • Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”

Persetujuan ⇓

  • Pembeli : “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”
  • Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”
  • Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya Pak.”

Referensi


  1. Kosasih, E. ( 2014). Jenis-Jenis Teks Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK. Bandung: Yrama Widya.
  2. Suherli, dkk. (2017). Bahasa Indonesia Kelas X. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Wijayanti, Anna.(2019). Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Negosiasi Berbasis Aplikasi Prezi Pada Siswa Kelas X SMA. Jurnal Kajian Bahasa Kemendikbud. Vol. 14, Nomor 1, Juni 2019, 79-80.

Baca juga yang ini

Tulis unek-unek